PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Agustus 2026 | Banjir yang menerjang Kota Padang pada Senin (3/8/2026) lalu telah menyebabkan kerusakan infrastruktur Daerah Irigasi (D.I) pertanian. Pemerintah Kota Padang bergerak cepat menangani kerusakan tersebut dengan memfokuskan langkah tanggap darurat serta pemulihan intensif di kawasan Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, perbaikan jaringan irigasi menjadi fokus utama pemerintah daerah. Langkah ini diambil agar aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu berkepanjangan dan produktivitas sawah dapat segera kembali normal.
Empat titik Daerah Irigasi utama yang saat ini masuk dalam tahap pengerjaan fisik serta penanganan darurat adalah D.I Guo Atas, D.I Lolo 1, D.I Ampang Beringin, dan D.I Limau Manis. Pengerjaan perbaikan telah memasuki tahap pengerjaan oleh pihak penyedia jasa, CV Erindo Ihsan Persada, dengan memanfaatkan alokasi Dana Transfer Ke Daerah (TKD).
Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) juga bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Kota Padang dan sekitarnya. Bantuan tersebut berupa 100 paket sembako beserta paket kebutuhan khusus ibu dan anak.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyoroti rendahnya kemampuan pemerintah daerah (Pemda) di Sumatera Barat (Sumbar) dalam merealisasikan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 untuk pemulihan daerah terdampak bencana. Minimnya realisasi anggaran menimbulkan tanda tanya besar yang menurut Alex harus dijawab secara jujur oleh pemerintah daerah maupun pusat.
Kondisi serupa terjadi di tingkat kabupaten/kota. Kota Padang yang memperoleh tambahan TKD sebesar Rp 371,85 miliar, realisasinya baru mencapai Rp 45,49 miliar atau 12 persen. Sementara Kabupaten Tanah Datar yang menerima Rp 126,87 miliar, realisasinya baru menyentuh angka 7 persen.
SMPN 41 Padang juga terkena dampak banjir dan terpaksa menunda Pelaksanaan Belajar Mengajar (PBM) hingga pekan depan. Sebelumnya, pihak sekolah menargetkan PBM tatap muka dapat kembali digelar pada Jumat (7/8/2026). Namun, kondisi di lapangan belum memungkinkan lantaran endapan lumpur dan sampah sisa banjir masih menumpuk serta menutupi sebagian besar area sekolah.
Kesimpulan, banjir yang menerjang Kota Padang telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan dampak pada masyarakat. Pemerintah Kota Padang bergerak cepat menangani kerusakan tersebut dengan memfokuskan langkah tanggap darurat serta pemulihan intensif. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memulihkan daerah tersebut.
