PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Juli 2026 | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (22/7/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa tersebut terjadi pada pukul 11.18 WIB dengan kedalaman 9 kilometer. Titik pusat gempa berada sekitar 36 kilometer di timur laut Gayo Lues.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diduga akibat aktivitas Sesar Oreng. Mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan sesar geser (strike-slip). Gempa tersebut juga dipastikan tidak memiliki potensi menimbulkan tsunami.
Guncangan paling kuat tercatat di wilayah Gayo Lues dengan intensitas V MMI. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat, menyebabkan gerabah pecah, serta membuat sejumlah benda berukuran besar bergoyang. Sementara itu, wilayah Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah merasakan guncangan dengan intensitas IV MMI.
Getaran juga terdeteksi hingga Medan, Sibolga, dan Pidie dengan intensitas III hingga II MMI. Hingga pukul 11.30 WIB, BMKG mencatat adanya satu gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan magnitudo 3,8. Selain itu, telah terjadi dua gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai 4,3.
Kemunculan gempa di wilayah Aceh tidak terlepas dari kondisi tektonik kawasan tersebut. Aceh berada di wilayah dengan aktivitas tektonik yang cukup tinggi akibat interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Selain itu, terdapat sejumlah struktur sesar aktif yang berada di daratan Sumatra.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu simpang siur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta untuk mengikuti informasi resmi BMKG apabila terjadi guncangan gempa.
Sebagai upaya pencegahan dan mitigasi, penting untuk memahami dan mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditetapkan. Masyarakat juga perlu memastikan bahwa bangunan dan struktur yang mereka huni atau gunakan memenuhi standar keamanan gempa.
Dalam beberapa hari terakhir, Indonesia juga mengalami gempa bumi lainnya, seperti gempa berkekuatan magnitudo 3,9 yang mengguncang didarat 51Km Timur Laut Sumbawa. Gempa tersebut terjadi pada pukul 21:22:12 WIB dengan kedalaman 12 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Kondisi geologi Indonesia yang unik dan kompleks membuat negara ini rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi. Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
