PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 Juli 2026 | Aktivitas Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, meningkat. Dalam laporan periode pengamatan 29 Juli 2026 pukul 00:00–06:00 WIB, gunung setinggi 3.676 mdpl ini tercatat mengalami puluhan kali gempa letusan serta guguran awan panas.
Menurut laporan, petugas pengamatan gunung Semeru, Wahyu Andrian Kusuma, melaporkan secara visual gunung api tertutup kabut tingkat 0-III dan asap kawah tidak teramati. Kondisi klimatologi di sekitar lokasi terpantau mendung hingga hujan dengan angin lemah mengarah ke barat laut serta suhu udara berkisar 20–22°C.
Aktivitas kegempaan yang terekam selama enam jam pengamatan didominasi oleh gempa letusan: 21 kali gempa Letusan/Erupsi (amplitudo 11–22 mm, durasi 50–178 detik). 1 kali gempa Awan Panas Guguran (amplitudo 22 mm, durasi 168 detik). 2 kali gempa Guguran (amplitudo 4–23 mm, durasi 58–61 detik).
Sementara itu, di luar Jawa Timur, terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa 28 Juli 2026. Korban meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut bertambah menjadi 13 orang. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan jumlah tersebut merupakan data terbaru hingga Rabu 29 Juli 2026 pukul 08.30 waktu setempat.
Di sisi lain, wilayah Jawa Timur juga diguyur hujan. Beberapa wilayah, seperti Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu, diprakirakan didominasi cuaca berawan hingga udara kabur pada hari ini. Meski demikian, masyarakat di sejumlah daerah tetap perlu mewaspadai potensi hujan ringan.
Suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 14-32 derajat celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 99 persen di beberapa daerah, sehingga masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca setempat.
Warga Jawa Timur diminta tetap waspada terhadap kemungkinan bencana alam, seperti gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dan bencana alam dari sumber resmi dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Jawa Timur saat ini rawan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bencana alam. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dan dampak bencana alam.
