PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 Agustus 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) telah menelan 47 korban jiwa. Gempa ini tidak hanya menyebabkan guncangan, tetapi juga membawa bahaya turunan seperti likuefaksi dan gerakan tanah.
Badan Geologi Kementerian ESDM telah mengidentifikasi adanya indikasi likuefaksi di beberapa wilayah, termasuk Waekokak–Mbay, yang dilaporkan memiliki air yang keluar dari tanah setelah gempa. Selain itu, teramati juga tsunami kecil di Bonea, Selayar.
Pakar gempa, Daryono, meminta pemerintah daerah untuk memperkuat mitigasi jangka panjang dengan mengenali keberadaan sesar dan memetakan wilayah yang memiliki potensi bahaya gempa. Indonesia berada di atas pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, sehingga wilayah nusantara menjadi salah satu kawasan paling rawan gempa dan dinamika patahan bumi.
Sementara itu, gempa magnitudo 6,2 juga mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun getarannya dirasakan warga Kota Palu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di darat dan tidak memicu peringatan dini tsunami.
Langkah mitigasi sangat penting untuk dilakukan, terutama di daerah yang rawan gempa. Masyarakat perlu diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dan dampak bencana gempa bumi.
