PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Agustus 2026 | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,4 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (7/8/2026) pukul 03.42 WIB. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Dr. Hartanto menyatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdapat sebuah kisah keluarga yang terkena dampak gempa. Muhibat (51), warga Kampung Simpenan RT 03 RW 01, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus menjalani hari-harinya dalam kondisi lumpuh selama enam tahun. Berbagai upaya telah dilakukan keluarga untuk mencari kesembuhan. Pengobatan demi pengobatan ditempuh, tetapi kondisi Muhibat belum juga membaik.
Beban keluarga pun semakin berat. Harta benda yang mereka miliki perlahan dijual untuk menutup biaya pengobatan. Bahkan, cicilan pinjaman di bank mulai menunggak karena keluarga tersebut sudah tidak memiliki sumber penghasilan yang cukup. Istri Muhibat, Yansih, mencoba mencari jalan lain dengan menjadi TKW di Arab Saudi, namun sayangnya ia dipulangkan oleh majikannya karena sakit.
Gempa bumi juga terjadi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Jumat (7/8/2026) pukul 21.07 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil analisis terbaru menunjukkan gempa memiliki magnitudo 4,9 dengan kedalaman 540 kilometer.
Episenter gempa berada di koordinat 5,73 derajat Lintang Selatan dan 110,21 derajat Bujur Timur atau tepatnya di laut sekitar 108 kilometer barat laut Jepara, Jawa Tengah. Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Jepara, yakni dengan intensitas II-III MMI.
Selain itu, gempa bumi juga terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (6/8/2026) pukul 16.07 WIB. Informasi gempa tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan data awal BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 8,09 Lintang Selatan dan 107,93 Bujur Timur. Lokasi gempa berada sekitar 76 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.
Gempa tercatat memiliki kedalaman 28 kilometer. BMKG menyampaikan informasi gempa Pangandaran tersebut dengan mengutamakan kecepatan. Karena itu, hasil pengolahan data awal masih belum stabil. Data mengenai kekuatan, lokasi, dan kedalaman gempa masih dapat berubah.
Dalam beberapa hari terakhir, Jawa Barat diguncang oleh beberapa gempa bumi. Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,6 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (6/8/2026) pukul 16.07 WIB. Informasi gempa tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gempa bumi juga terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (7/8/2026) pukul 03.42 WIB. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Dr. Hartanto menyatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Kondisi Muhibat dan gempa bumi yang terjadi di Jawa Barat merupakan contoh dari bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa gempa bumi dan bencana alam lainnya dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Kita harus selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam dengan melakukan persiapan dan mitigasi yang efektif.
