Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Korban Meninggal Bertambah dan Fakta Menarik

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Mei 2026 | Kecelakaan maut yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, menyisakan duka mendalam. Bus ALS yang terlibat kecelakaan tersebut telah beroperasi selama hampir 25 tahun sebelum akhirnya terlibat dalam tabrakan maut pada Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Muhamad Fadli, kernet bus yang berhasil selamat dari kecelakaan, bus tersebut memang sudah mendekati masa akhir operasionalnya. "Bus itu habis masa pakainya bulan 10 nanti, rencananya mau peremajaan. Sebelum kejadian, mobil sempat kering air radiator di Lahat," ujar Fadli.

Baca juga:

Kecelakaan tersebut terjadi ketika bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi masuk ke jalur berlawanan dan menghantam truk tangki Seleraya. Benturan keras ini memicu ledakan dan kebakaran hebat yang menghanguskan kedua kendaraan.

Proses identifikasi korban kecelakaan bus ALS ini menemui sejumlah tantangan. Tim DVI sempat mendapatkan informasi mengenai dua penumpang laki-laki yang mengenakan kalung. Namun, saat pemeriksaan post mortem, jenazah yang ditemukan memakai kalung justru terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang menemukan dua jenazah dalam satu kantong jenazah yang diduga kuat dalam posisi sedang berpelukan saat kecelakaan terjadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dua jenazah yang ditemukan berpelukan tersebut terdiri dari satu orang dewasa dan satu anak-anak yang diperkirakan berusia di bawah lima tahun.

Baca juga:

Secara keseluruhan, dari 17 jenazah yang diperiksa oleh Tim DVI Polda Sumsel, rinciannya adalah 13 laki-laki dewasa, 3 perempuan dewasa, dan satu anak-anak yang belum teridentifikasi jenis kelaminnya. Total korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut bus ALS ini bertambah menjadi 18 orang.

Korban tambahan adalah Muhammad Fahrul Hubaidi, warga Tegal, Jawa Tengah. Korban sempat menjalani perawatan medis dan operasi di RSUD Rupit, Muratara, namun dinyatakan meninggal dunia akibat komplikasi luka bakar.

Kecelakaan bus ALS di Muratara ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya keselamatan dalam bertransportasi. Kasus ini juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas dan perawatan kendaraan, serta kesadaran akan pentingnya keselamatan bagi penumpang dan pengemudi.

Baca juga:

Dalam kesimpulan, kecelakaan bus ALS di Muratara merupakan tragedi yang menyedihkan dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang keselamatan transportasi di Indonesia. Kita berharap bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas keselamatan dalam bertransportasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *