Endang Yustika: Kontroversi dan Komentar yang Memicu Perdebatan di Media Sosial

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 Juli 2026 | Endang Yustika, seorang influencer dan entrepreneur, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah melontarkan beberapa komentar yang dinilai kontroversial di media sosial. Ia menyebut orang yang tidak memiliki uang sebagai orang yang tidak bernilai, serta menyebut pengguna platform Threads sebagai kelompok yang paling toxic.

Perdebatan dimulai ketika Endang Yustika membuat tulisan di media sosial yang berbunyi, “Terima fakta kalau lo gak punya uang, lo gak punya nilai. Pahit tapi fakta.” Unggahan tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan di kalangan warganet.

Baca juga:

Banyak netizen menilai pernyataan tersebut tidak sensitif terhadap realitas sosial karena dianggap mengukur nilai seseorang hanya dari kondisi finansial. Sejumlah komentar yang ramai dibagikan menyanggah pernyataan Endang, dengan menyebutkan bahwa banyak orang yang bekerja keras dan memiliki nilai tanpa harus memiliki uang yang banyak.

Endang Yustika juga mengunggah video yang memicu perdebatan, di mana ia menyebut pengguna Threads sebagai orang-orang yang tidak memiliki kehidupan, tidak bahagia, dan tidak memiliki identitas. Ia mengaku tidak pernah menyimpan dendam kepada siapa pun, kecuali warga Threads, yang menurutnya adalah tempat paling toxic di muka bumi ini.

Baca juga:

Menurut Endang, hampir semua orang bisa menjadi bahan pembicaraan di platform tersebut. Ia juga menyebut bahwa pengguna Threads lebih banyak membicarakan kehidupan orang lain daripada fokus pada kehidupan mereka sendiri.

Perdebatan ini telah memicu pro dan kontra di media sosial, dengan banyak netizen yang membela atau menyanggah pernyataan Endang Yustika. Beberapa netizen juga menyinggung dugaan tunggakan pajak kendaraan Endang sebagai bentuk kritik terhadapnya.

Baca juga:

Dalam kesimpulan, kontroversi yang dimulai oleh Endang Yustika telah memicu perdebatan yang luas di media sosial. Meskipun beberapa pihak mendukung pernyataannya, banyak juga yang menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan tidak sensitif terhadap realitas sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *