Artificial Intelligence Bertransformasi: Dari Teknologi Pengisian Daya Hingga Saran Pemberian ASI

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 Agustus 2026 | Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, artificial intelligence (AI) terus bertransformasi dalam berbagai bidang. Salah satu contoh yang menarik adalah pengembangan teknologi pengisian daya listrik untuk kendaraan listrik. Perusahaan seperti ELEKTROS Inc. berfokus pada pengembangan hard-rock lithium dan teknologi pengisian daya listrik yang lebih efisien.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga terus mengembangkan kebijakan AI. White House berencana untuk memperluas kebijakan AI, termasuk pengujian keselamatan model AI sebelum dirilis ke publik. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran tentang potensi ancaman keamanan nasional dan kerusakan ekonomi yang dapat disebabkan oleh model AI yang tidak terkendali.

Baca juga:

Namun, AI juga memiliki dampak negatif dalam beberapa bidang. Misalnya, dalam bidang pemberian ASI, banyak ibu yang mencari saran melalui AI chatbot atau mesin pencari. Namun, saran yang diberikan seringkali tidak akurat dan dapat menyebabkan keterlambatan dalam perawatan bayi. Seorang dokter anak, Erynne Bowers, mengingatkan bahwa AI tidak dapat menggantikan penilaian langsung dari seorang dokter atau ahli laktasi.

Di bidang lain, seperti Afrika Selatan dan Cina, kerja sama internasional dalam bidang AI dan inklusi disabilitas juga terus berkembang. Kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas dan kesempatan bagi orang-orang dengan disabilitas melalui pengembangan teknologi AI dan assistive technology.

Baca juga:

Perusahaan lain seperti Ventripoint Diagnostics Ltd. juga mengembangkan teknologi AI untuk membantu diagnosis penyakit jantung. Mereka mengembangkan platform VMS+ yang dapat mengubah citra ultrasonografi jantung menjadi model 3D yang lebih akurat.

Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah berkembang pesat dan memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang. Namun, perlu diingat bahwa AI juga memiliki keterbatasan dan potensi risiko. Oleh karena itu, penting untuk terus mengembangkan kebijakan dan regulasi yang efektif untuk mengatasi dampak negatif AI dan memastikan bahwa teknologi ini digunakan untuk kepentingan umat manusia.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *