John Ternus Resmi Jadi CEO Apple: Dari Touch Bar yang Gagal Hingga Dominasi iPhone 17

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | Apple mengumumkan pergantian pimpinan tertinggi perusahaan pada 21 April 2026. Tim Cook mengundurkan diri setelah 15 tahun memegang kendali, dan posisi Chief Executive Officer (CEO) diserahkan kepada John Ternus, yang akan resmi menjabat pada 1 September 2026. Pengangkatan ini menandai transisi penting bagi perusahaan teknologi bernilai sekitar 4 triliun dolar AS.

John Ternus, lulusan Teknik Mesin Universitas Pennsylvania pada 1997, memulai kariernya sebagai insinyur mekanik di Virtual Research Systems sebelum bergabung dengan Apple pada 2001. Selama lebih dari dua dekade, ia mengemban peran kunci dalam divisi rekayasa perangkat keras, mengawasi pengembangan produk ikonik seperti iPhone, iPad, Mac, serta inovasi terbaru seperti Apple Vision Pro.

Baca juga:

Berbagai pencapaian Ternus di Apple mencakup:

  • Transisi ke Apple Silicon: Memimpin migrasi Mac dari prosesor Intel ke chip buatan sendiri (M‑Series), yang meningkatkan performa dan efisiensi energi secara signifikan.
  • Peluncuran iPhone 17: Menjadi otak di balik seri iPhone terbaru, termasuk varian iPhone Air, yang menonjolkan kamera canggih dan integrasi AI.
  • MacBook Neo: Mengawasi pengembangan lini laptop murah yang ditujukan menyaingi Chromebook di pasar pendidikan.

Namun, kariernya tidak lepas dari kontroversi. Pada masa jabatan sebelumnya, Ternus menjadi pendorong utama penggunaan Touch Bar pada MacBook Pro, sebuah fitur layar sentuh sekunder yang akhirnya dihentikan produksi karena kurang diminati. Lebih parah, ia memberi persetujuan pada desain “butterfly keyboard” yang rentan terhadap debu dan kerusakan, menimbulkan keluhan massal serta tuntutan hukum dari konsumen.

Pengalaman tersebut tampaknya mengubah gaya kepemimpinan Ternus. Ia bertransformasi menjadi komunikator ulung, sering muncul di panggung Apple Event untuk membela kebijakan perusahaan, termasuk pembatasan suku cadang servis. Kerap kali, ia menjelaskan bahwa pembatasan tersebut bertujuan melindungi keamanan perangkat, bukan sekadar monopoli layanan reparasi.

Baca juga:

Sejak 2017, Ternus menjadi wajah yang familiar dalam acara tahunan Apple, seperti WWDC 2017 (pengumuman iMac Pro) hingga peluncuran iPad Pro 2018, MacBook Pro dengan chip M1 Pro dan M1 Max pada 2021, serta rangkaian MacBook Air dan Pro berbasis M2 pada 2022. Penampilannya yang konsisten memperkuat citra kepemimpinan teknis sebelum resmi dijadikan calon CEO.

Penunjukan Ternus tidak terlepas dari proses suksesi yang direncanakan Apple selama bertahun‑tahun. Jurnalis teknologi Bloomberg, Mark Gurman, telah menyebutnya “hampir pasti” menjadi pemimpin berikutnya pada 2025, dan prediksi itu terbukti tepat. Dewan direksi Apple menyetujui penunjukan tersebut secara bulat, menegaskan kepercayaan pada kemampuan teknis dan visi strategis Ternus.

Menjadi CEO Apple membawa tantangan baru, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI). Analis pasar menilai bahwa keberhasilan Ternus akan sangat dipengaruhi kemampuan Apple mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem produk, sekaligus mempertahankan keunggulan hardware yang telah menjadi andalan perusahaan. Sementara itu, tekanan untuk memperluas produksi iPhone 17 ke India dan mengurangi ketergantungan pada pabrik China menjadi agenda prioritas strategis.

Baca juga:

Kesimpulannya, John Ternus memasuki jabatan tertinggi Apple dengan catatan panjang yang meliputi inovasi besar, kegagalan yang mengajarkan, serta kemampuan berkomunikasi yang terasah. Kemampuannya menggabungkan keahlian teknik dengan kebijakan publik diperkirakan akan menjadi kunci dalam menentukan arah Apple di era AI, produksi global, dan persaingan pasar yang semakin ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *