PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Mei 2026 | XRP Ledger (XRPL) kembali menjadi sorotan utama dalam ekosistem kripto setelah mencatat serangkaian pencapaian penting pada kuartal pertama 2026. Pada satu sisi, jaringan ini berhasil mengumpulkan aset tokenisasi senilai tiga miliar dolar, menandai lonjakan signifikan dalam penggunaan teknologi tokenisasi yang didukung oleh Ripple. Di sisi lain, volume pembayaran mengalami penurunan tajam sekitar 70‑75 persen, menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan aktivitas on‑chain.
Tokenisasi Nilai Triliun Dolar
Data terbaru menunjukkan bahwa total nilai aset yang di‑tokenisasi di atas XRPL telah menembus angka $3 miliar. Tokenisasi ini mencakup berbagai kelas aset, mulai dari sekuritas tradisional hingga aset digital baru, yang semuanya memanfaatkan kecepatan transaksi XRPL yang dapat memproses ribuan transaksi per detik dengan biaya hampir nol. Pendekatan ini memberikan keunggulan kompetitif bagi Ripple dalam upaya memperluas adopsi keuangan terdesentralisasi.
Penurunan Volume Pembayaran
Namun, tidak semua indikator menunjukkan tren positif. Statistik on‑chain mengungkapkan bahwa volume pembayaran menurun antara 70 hingga 75 persen dalam periode singkat. Penurunan ini dipandang oleh analis sebagai fase pendinginan setelah periode aktivitas tinggi sebelumnya, bukan sebagai kegagalan struktural. Beberapa pakar berpendapat bahwa penurunan ini memberi kesempatan bagi jaringan untuk “reset” dan kembali ke tingkat yang lebih berkelanjutan.
Faktor kunci yang harus dipantau adalah apakah volume pembayaran akan stabil atau terus menurun. Peningkatan penggunaan on‑chain dapat memperkuat kasus bullish bagi XRP, terutama jika harga berhasil mempertahankan zona $1‑$1,40.
Lonjakan Alamat Baru dan Adopsi di Asia
Terlepas dari penurunan volume, XRPL menunjukkan pertumbuhan pengguna yang konsisten. Dalam 30 hari terakhir hingga 4 Mei, jaringan mencatat penambahan 67.186 alamat baru, meningkatkan total alamat aktif menjadi 8.265.794. Pertumbuhan ini menandai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) bagi jaringan.
Lonjakan tersebut didorong oleh adopsi signifikan di wilayah Asia. Rakuten, perusahaan e‑commerce raksasa Jepang dengan lebih dari 100 juta anggota, baru‑baru ini mengintegrasikan XRPL ke dalam ekosistemnya, memungkinkan pengguna melakukan transfer lintas‑border dengan biaya rendah. Selain itu, joint venture strategis antara SBI Holdings dan Ripple Labs, yakni SBI Ripple Asia, mulai memanfaatkan XRPL untuk infrastruktur penerbitan token baru, memperluas jangkauan layanan keuangan digital di kawasan tersebut.
Strategi Investasi Baru: XRPN oleh Evernorth
Di pasar tradisional, Evernorth mengumumkan rencana peluncuran XRPN, sebuah kendaraan investasi publik yang tidak hanya memegang XRP secara pasif, melainkan juga mengaplikasikan strategi pinjaman, DeFi, dan yield farming di atas XRPL. Rencana tersebut akan diwujudkan melalui merger SPAC dengan Armada Acquisition Corp II dan telah mendapatkan dukungan dari Ripple, SBI, Pantera, serta Kraken.
Jika berhasil, XRPN dapat menjadi pintu masuk yang lebih terregulasi bagi institusi ke pasar XRP, sekaligus mengurangi pasokan beredar karena Evernorth menahan ratusan juta XRP di treasury. Dampak potensial terhadap harga XRP masih diperdebatkan; pergerakan harga dapat terpisah dari kinerja saham XRPN tergantung pada efektivitas strategi yield yang dijalankan.
Analisis Teknis Harga XRP
Secara teknikal, XRP diperdagangkan di sekitar $1,37, berada di antara level support $1,39 dan resistance $1,45. Penembusan di atas $1,45 dapat membuka jalur menuju $1,50‑$1,90, sementara penurunan di bawah $1,39 dapat menurunkan harga ke zona support kuat di $1,21. Indikator RSI tetap netral, MACD belum memberikan sinyal arah yang jelas, dan ADX mengindikasikan tren lemah. Volume perdagangan meskipun cukup, belum mengonfirmasi breakout yang signifikan.
Investor disarankan untuk memperhatikan dua faktor utama: kestabilan atau pemulihan volume pembayaran on‑chain, serta reaksi harga terhadap perkembangan XRPN dan adopsi institusional di Asia.
Dengan kombinasi antara pencapaian tokenisasi besar, pertumbuhan alamat baru, serta tantangan pada volume pembayaran, XRP Ledger berada pada persimpangan penting yang dapat menentukan arah masa depan jaringan dalam ekosistem kripto yang semakin kompetitif.
