PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 Juli 2026 | Arema FC telah memasuki musim 2026/2027 dengan wajah baru, baik di dalam lapangan maupun di balik meja manajemen. Sosok Iwan Budianto kembali muncul dan langsung menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia. Perhatian itu bermula ketika foto pria yang akrab disapa IB tersebut tampil dalam unggahan resmi Arema FC saat memperkenalkan Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga.
Kemunculan Iwan Budianto dalam unggahan media sosial Arema FC langsung memancing berbagai reaksi. Banyak suporter menilai kehadiran kembali sosok yang identik dengan era kejayaan Singo Edan menjadi pertanda dimulainya babak baru bagi klub. General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, memastikan bahwa seluruh proses tersebut memang telah dirancang sejak lama.
Manajemen sudah menyusun roadmap kebangkitan klub, dan musim 2026/2027 menjadi fase ketika IB kembali turun langsung. Menurut Yusrinal, kehadiran IB dibutuhkan karena Arema memasuki tahap baru pembangunan klub. Kebutuhan tim meningkat, baik dalam penyusunan skuad maupun penguatan fondasi organisasi.
Arema FC juga telah menghadirkan program Arema Goes to School (GTS) sebagai bagian dari upaya mendekatkan sepak bola dengan dunia pendidikan. Program edisi 2026/2027 resmi dibuka di Hall Basket SMAK Santa Maria Kota Malang, dengan menghadirkan dua pemain Singo Edan, Achmad Maulana Syarif dan Diego Landis.
Kehadiran kedua pemain langsung disambut antusias ratusan siswa. Sorak sorai dan tepuk tangan mewarnai jalannya kegiatan yang dikemas dalam bentuk talk show, coaching clinic, hingga permainan interaktif. Suasana berlangsung akrab karena para pelajar diberi kesempatan berdialog langsung dengan pemain Arema FC.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Achmad Maulana Syarif menceritakan perjalanan karirnya hingga mampu menembus tim utama Arema FC dan mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia. Menurut dia, semua pencapaian tersebut tidak diraih dengan mudah. Dia mengaku sempat diremehkan sejak masih kecil.
Namun, tekad untuk terus berkembang membuatnya tetap fokus mengejar impian hingga akhirnya mampu berada di level profesional. Achmad juga mengajak para siswa untuk tidak takut memiliki cita-cita besar. Baginya, kesempatan membela Timnas Indonesia menjadi bukti bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan apabila dibarengi kerja keras, disiplin, dan konsistensi.
Sementara itu, Arema FC juga telah menyiapkan skuad terkuat untuk kembali bersaing di Piala Presiden 2026. Klub asal Malang itu menjadi satu dari delapan kontestan yang bersaing di turnamen pramusim bergengsi tersebut. Arema FC menghuni Grup A bersama Persib Bandung, DPMM FC, dan Tampines Rovers.
General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa hasil terbaik tentu akan diupayakan. Namun, fokus utama Singo Edan tetap membangun fondasi tim agar siap menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Yusrinal menjelaskan bahwa Piala Presiden memiliki fungsi penting sebagai tolok ukur kesiapan tim.
Turnamen ini dimanfaatkan Arema FC untuk melihat sejauh mana hasil pembangunan skuad yang dilakukan selama masa pramusim. Menurutnya, tim pelatih mendapat arahan agar memanfaatkan setiap pertandingan sebagai proses evaluasi. Dengan begitu, Arema dapat mengetahui aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum mengarungi kompetisi resmi.
Kesimpulan, Arema FC telah memasuki musim 2026/2027 dengan strategi baru dan kehadiran Iwan Budianto. Klub asal Malang itu siap menghadapi Piala Presiden 2026 dengan skuad terkuat dan fokus pada pembangunan fondasi tim. Dengan demikian, Arema FC berharap dapat kembali menjadi kekuatan dominan di sepak bola Indonesia.
