PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Agustus 2026 | Dunia sepak bola internasional diselimuti duka mendalam. Franco Baresi, bek tengah legendaris penentu kejayaan Timnas Italia saat menjuarai Piala Dunia FIFA 1982 sekaligus ikon abadi AC Milan, telah meninggal dunia pada usia 66 tahun.
Kepergian Baresi membawa duka mendalam hingga ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat, khususnya bagi komunitas pendukung AC Milan (Milanisti). Warga Pontianak yang juga merupakan pencinta setia Rossoneri merasa kehilangan sosok pembawa jiwa dan karakter klub.
Fahri Ramadhan (34), warga Kecamatan Pontianak Kota yang juga merupakan Milanisti di Pontianak, mengungkapkan betapa besarnya pengaruh Baresi bagi generasi pencinta sepak bola. "Bagi kami Milanisti Pontianak, Franco Baresi adalah definisi sejati dari kata One Club Man. Di zaman sepak bola modern yang serba komersial, keteladanan, loyalitas, serta nomor punggung 6 miliknya akan selalu jadi pengingat bahwa dedikasi pada satu lambang di dada itu nyata," ujar Fahri.
Senada dengan Fahri, Rendy Saputra (24), Milanisti muda asal Pontianak Selatan, menyoroti bagaimana warisan Baresi tetap menginspirasi generasi muda. "Meskipun saya tidak mengalami masa kejayaannya secara langsung di era 80-an atau 90-an, video petunjuk taktik dan cara bertahan Baresi selalu jadi rujukan. Keanggunannya memimpin pertahanan adalah seni. Kepergian beliau benar-benar meninggalkan duka mendalam bagi kami pencinta sepak bola di daerah," kata Rendy.
AC Milan juga terus mempertimbangkan langkah yang bersifat jangka panjang untuk memberikan penghormatan kepada Baresi. Klub ingin memastikan penghormatan kepada Baresi benar-benar mencerminkan besarnya kontribusi sang legenda bagi sejarah Rossoneri. Beberapa opsi yang dibahas termasuk mengabadikan nama Baresi di fasilitas milik klub, seperti mengganti nama salah satu lapangan latihan atau sebagian area Stadion San Siro.
Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, menyampaikan penghormatan khusus kepada Franco Baresi setelah legenda Rossoneri itu meninggal dunia. Cardinale mengenang sosok Baresi sebagai kapten yang menjadi representasi nilai, karakter, dan keunggulan AC Milan selama beberapa generasi. "Hari ini keluarga besar Rossoneri berduka atas kepergian kapten besar kami, Franco Baresi," tulisnya.
Kepergian Franco Baresi meninggalkan kesan mendalam bagi dunia sepak bola, terutama bagi AC Milan dan Timnas Italia. Sebagai bek tengah terbaik yang pernah dimiliki sepak bola Italia dan dunia, Baresi dikenal karena dedikasinya dan loyalitasnya kepada klub dan tim nasionalnya. Selama 20 tahun karier profesionalnya, Baresi hanya mengenakan seragam AC Milan dan mengemban amanah sebagai kapten selama 15 musim.
Kehilangan Baresi merupakan kehilangan besar bagi dunia sepak bola, namun warisan dan inspirasi yang ditinggalkannya akan terus hidup dan menjadi sumber motivasi bagi generasi pemain dan penggemar sepak bola di masa depan.
