Joe Hart dan Pep Guardiola: Kisah Penyesalan dan Pengakuan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 Mei 2026 | Joe Hart, mantan kiper Manchester City, baru-baru ini mendapat pengakuan dari Pep Guardiola, pelatih yang pernah memimpinnya di Etihad Stadium. Guardiola mengaku menyesal karena tidak memberi Hart kesempatan untuk membuktikan dirinya di bawah arahannya.

Keputusan Guardiola untuk melepas Hart pada 2016 memang sempat memicu kontroversi. Saat itu, Hart baru menjalani musim sulit bersama Timnas Inggris di Euro 2016, dan Guardiola langsung menilai Hart tidak cocok dengan gaya bermain yang ia inginkan. Guardiola kemudian memilih mendatangkan Claudio Bravo sebagai pengganti Hart.

Baca juga:

Hart hanya sekali bermain di era Guardiola, tepatnya saat menghadapi Steaua Bucharest di kualifikasi Liga Champions, sebelum dipinjamkan ke Torino. Hampir satu dekade kemudian, Guardiola mengaku bahwa keputusan tersebut masih menghantuinya. "Saya ingin mengakuinya, saya punya penyesalan. Ketika Anda membuat begitu banyak keputusan, Anda pasti melakukan kesalahan," kata Guardiola.

Guardiola juga menyebutkan bahwa ia seharusnya memberi Hart kesempatan untuk membuktikan dirinya. "Saya seharusnya bisa berkata, ‘Joe, mari kita coba bersama. Jika tidak berhasil, baru kita ubah.’ Tapi saat itu saya mengambil keputusan dan mungkin saya tidak cukup adil," ungkapnya.

Baca juga:

Hart sendiri merespons pengakuan Guardiola dengan elegan. Ia mengaku tidak menyangka Guardiola akan mengatakan itu dan merasa tersentuh. "Saya tidak menyangka dia akan mengatakan itu. Dan jujur, itu lebih berarti bagi saya daripada yang saya bayangkan," kata Hart.

Hart juga menyebutkan bahwa ia masih menyukai Guardiola dan tidak menyimpan dendam kepada pelatih asal Spanyol tersebut. "Saya menyukai Pep sebelum kejadian itu, dan saya masih menyukainya sekarang. Kami berjabat tangan saat dia memberi tahu saya bahwa saya tidak masuk dalam rencananya," ujar Hart.

Baca juga:

Kisah penyesalan dan pengakuan antara Joe Hart dan Pep Guardiola ini menjadi bukti bahwa bahkan dalam dunia sepak bola, kesalahan dan penyesalan dapat terjadi. Namun, dengan kemampuan untuk mengakui dan memaafkan, hubungan antara kedua pihak dapat tetap baik.

Kesimpulan dari kisah ini adalah bahwa pentingnya untuk dapat mengakui kesalahan dan memaafkan dalam dunia sepak bola. Dengan demikian, hubungan antara pemain dan pelatih dapat tetap baik, bahkan setelah kejadian yang tidak mengenakkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *