PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Agustus 2026 | Nirmal ‘Nims’ Purja, seorang pendaki gunung terkenal asal Nepal-Inggris, telah meninggal dunia akibat longsor salju di Gunung Broad Peak, Pakistan. Ia dikenal karena kemampuan pendakiannya yang luar biasa dan telah menaklukkan 14 puncak gunung tertinggi di dunia dalam waktu enam bulan enam hari.
Purja lahir di Nepal dan bergabung dengan Angkatan Darat Inggris sebelum memulai karirnya sebagai pendaki gunung. Ia menjadi terkenal setelah menaklukkan 14 puncak gunung tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest, K2, dan Annapurna.
Nimsdai, seperti yang ia sering dipanggil, juga dikenal karena tato di punggungnya yang menampilkan 14 puncak gunung tertinggi di dunia. Tato ini memiliki makna yang dalam bagi Purja, karena ia ingin membawa keluarganya dalam perjalanannya menaklukkan gunung-gunung tersebut.
Sebelum meninggal, Purja juga terlibat dalam beberapa kontroversi, termasuk tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan oleh beberapa wanita. Namun, ia tetap menjadi salah satu pendaki gunung paling terkenal dan dihormati di dunia.
Kematian Purja telah menyebabkan kesedihan yang mendalam di kalangan komunitas pendaki gunung. Ia akan selalu diingat sebagai seorang pendaki gunung yang berani, tangguh, dan memiliki semangat yang tak terhingga.
Di Indonesia, beberapa pendaki gunung juga telah mengenal Purja dan menghormatinya sebagai seorang pendaki gunung yang hebat. Salah satu pendaki gunung Indonesia, Sofyan Arief Fesa, telah bertemu dengan Purja di Timika dan mengingatnya sebagai seorang yang sangat ramah dan memiliki semangat yang luar biasa.
Dalam dunia pendakian gunung, Nirmal ‘Nims’ Purja akan selalu diingat sebagai seorang yang telah menaklukkan 14 puncak gunung tertinggi di dunia dan meninggalkan warisan yang tak terhingga.
