PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Mei 2026 | Piala Dunia U-17 FIFA akan segera mengalami perubahan besar-besaran. Tradisi ikonik Piala Dunia, yaitu album stiker resmi Panini, dipastikan akan berakhir setelah edisi 2030. Hal ini menyusul pengumuman kerja sama baru FIFA dengan perusahaan koleksi olahraga, Fanatics.
Hubungan FIFA dan Panini sudah berlangsung lebih dari setengah abad. Album stiker Piala Dunia pertama diterbitkan menjelang turnamen 1970 di Meksiko. Namun, keputusan tersebut menandai berakhirnya satu di antara tradisi paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
Di sisi lain, Timnas Indonesia U-17 gagal lolos ke fase gugur Piala Asia U-17 2026 setelah kalah 1-3 dari Jepang di laga terakhir grup. Kekalahan tersebut membuat Indonesia otomatis tidak bisa tampil di Piala Dunia U-17 2026 karena hanya tim yang lolos fase gugur berhak atas tiket itu.
Piala Dunia 2026 juga akan menjadi panggung terbesar yang pernah ada, dan teknologi dipercaya untuk mendukung seluruh pengalaman di dalam maupun luar lapangan. Salah satu inovasi paling mencolok yang akan hadir adalah sistem bernama FIFA AI Pro, yang dirancang khusus untuk membantu seluruh 48 tim peserta dalam mengakses data dan analitik performa secara mendalam selama turnamen berlangsung.
FIFA AI Pro bekerja dengan memproses jutaan titik data sekaligus dan menganalisis lebih dari 2.000 metrik berbeda. Hasilnya disajikan kepada tim dalam bentuk laporan terperinci, grafik, hingga animasi imersif yang memudahkan staf pelatih membaca situasi secara cepat dan akurat.
Teknologi AI juga akan menghadirkan perubahan signifikan bagi para penggemar yang menyaksikan pertandingan di stadion maupun dari rumah. Salah satu fitur yang disiapkan adalah avatar digital tiga dimensi dari setiap pemain yang berpartisipasi di turnamen. Avatar 3D berbasis AI ini mereplikasi fisik dan gerakan pemain secara presisi menggunakan teknologi rekonstruksi visual.
Kesimpulan, Piala Dunia U-17 FIFA akan mengalami perubahan besar-besaran dengan berakhirnya tradisi ikonik album stiker Panini dan hadirnya teknologi canggih seperti FIFA AI Pro dan avatar digital pemain. Timnas Indonesia U-17 juga gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2026 setelah kalah dari Jepang di laga terakhir grup.
