Saham BBCA dan BBRI Dilepas Asing, Apa yang Terjadi di Balik layar?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Juni 2026 | Investor asing tercatat masih melanjutkan aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) yang tergabung dalam indeks MSCI Indonesia. Data MSCI per 30 April 2026 menunjukkan ada 10 emiten di Indonesia yang menguasai sekitar 83,36% bobot indeks.

Jika dilihat dari komposisinya, sektor perbankan menjadi penguasa utama indeks. Empat bank besar yakni BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI memiliki total bobot sekitar 51,02%, sejalan dengan porsi sektor keuangan yang mencapai 51,03% dalam MSCI Indonesia.

Baca juga:

Sisi lain, berdasarkan data IDX Mobile pada Senin (1/6/2026), sepuluh emiten yang masuk dalam daftar teratas indeks MSCI menjadi sasaran utama pergerakan dana asing, dengan mencatatkan nilai foreign sell yang jauh lebih besar dibandingkan aksi beli.

Adapun di antara daftar 10 saham terbesar indeks MSCI Indonesia, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing. Sebagai konstituen terbesar dalam indeks MSCI Indonesia dengan bobot sekitar 22%, BBCA mencatat nilai transaksi jual asing mencapai Rp109,89 triliun secara year to date, jauh di atas nilai beli asing yang sebesar Rp79,61 triliun.

Dengan demikian, saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut membukukan net foreign sell secara year to date senilai Rp30,28 triliun, menjadikannya penyumbang terbesar arus keluar dana asing di pasar saham domestik.

Setelah BBCA, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), menjadi emiten terbesar selanjutnya yang mengalami tekanan jual asing. Selama year to date, investor asing membukukan transaksi beli sebesar Rp52,31 triliun, tetapi transaksi jual mencapai Rp63,17 triliun. Mencatat net foreign sell sebesar Rp10,86 triliun.

Baca juga:

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga Tak luput daru tekanan jual asing terbesar. Data IDX Mobile menunjukkan investor asing melakukan penjualan saham BBRI senilai Rp51,26 triliun, sementara nilai pembelian mencapai Rp42,53 triliun. Alhasil, saham bank yang fokus pada pembiayaan sektor UMKM itu mencatatkan net foreign sell sebesar Rp8,73 triliun secara year to date.

Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga mengalami tekanan serupa. Nilai transaksi jual asing mencapai Rp17,41 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp14,35 triliun, menghasilkan net foreign sell Rp3,06 triliun.

Selanjutnya saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatat total nilai transaksi sebesar Rp15,36 triliun. Dari jumlah tersebut, investor asing membukukan transaksi beli senilai Rp4,39 triliun dan transaksi jual sebesar Rp7,27 triliun. Alhasil TPIA membukukan net foreign sell senilai Rp2,88 triliun.

Disusul berikutnya adalah saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Total nilai transaksi saham BBNI mencapai Rp26,29 triliun, dengan nilai beli asing sebesar Rp10,19 triliun dan nilai jual asing mencapai Rp12,70 triliun.

Baca juga:

Kemudian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan 68,05 poin atau 1,096 persen ke level 6.195,427. Serupa, indeks saham unggulan LQ45 juga melesat 1,316 persen dan parkir di posisi 619,275.

Total nilai transaksi bursa hari ini mencapai Rp 24,74 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 30,68 miliar lembar. Adapun frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,56 juta kali.

BNBR akan melaksanakan penambahan modal melalui rights issue sebanyak 89,92 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp53 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan perolehan dana sekitar Rp4,76 triliun.

Kesimpulan, saham BBCA dan BBRI merupakan dua saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Saham BBCA membukukan net foreign sell secara year to date senilai Rp30,28 triliun, sedangkan saham BBRI membukukan net foreign sell sebesar Rp8,73 triliun secara year to date.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *