PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 07 Mei 2026 | Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, secara terbuka mengkritik keputusan Asian Football Confederation (AFC) yang menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia mengungkap adanya kejanggalan dalam proses penentuan tersebut, yang awalnya dijanjikan akan digelar di tempat netral.
Arnold mengaku bahwa sejak awal, ia mendapat informasi bahwa babak playoff akan diadakan di tempat netral. Namun, kenyataan berbicara lain, AFC justru menunjuk dua tim dengan peringkat tertinggi sebagai tuan rumah. Berdasarkan ranking FIFA saat itu, Qatar berada di posisi 53, Irak 57, dan Arab Saudi 58.
Arnold heran dengan keputusan tersebut dan menyatakan bahwa situasi playoff itu benar-benar tidak adil, terutama bagi Timnas Indonesia. Ia menjelaskan bahwa jadwal padat dan perjalanan jauh membuat Indonesia berada dalam kondisi yang tidak ideal. Tim Merah Putih baru tiba di Arab Saudi pada awal pekan, dengan beberapa pemain menyusul belakangan, sebelum langsung menghadapi laga krusial.
Di sisi lain, tim tuan rumah justru memiliki waktu istirahat jauh lebih panjang. Kondisi ini dinilai menciptakan ketimpangan yang signifikan dalam persaingan. Hasil akhirnya, Arab Saudi sukses mengamankan tiket langsung ke Piala Dunia FIFA 2026. Sementara Irak harus melanjutkan perjuangan ke babak berikutnya, dan Indonesia gagal melangkah lebih jauh.
Pelatih Irak ini juga menyatakan bahwa ia merasa sangat kasihan kepada Indonesia karena situasi playoff itu benar-benar tidak adil. Ia berharap agar AFC dapat meninjau kembali keputusan tersebut dan memastikan bahwa semua tim memiliki kesempatan yang sama dalam kompetisi.
Dalam beberapa waktu terakhir, kontroversi masih membayangi babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Meski fase tersebut telah rampung sejak Oktober 2025, polemik soal penunjukan tuan rumah terus menjadi sorotan tajam.
Timnas Indonesia sendiri telah menunjukkan perjuangan yang luar biasa dalam kompetisi ini, namun sayangnya, mereka harus menghadapi kesulitan yang tidak adil. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi yang lebih mendalam untuk memastikan bahwa semua tim memiliki kesempatan yang sama dalam kompetisi.
