PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Agustus 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino membantah tuduhan perselingkuhan dengan seorang karyawan UEFA saat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal organisasi sepak bola Eropa tersebut.
Infantino menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA dari Oktober 2009 hingga Februari 2016. Ia kemudian menjadi Presiden FIFA pada tahun 2016.
UEFA mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan pembayaran kepada mantan karyawan tersebut, yang juga mencakup biaya untuk kursus MBA di sebuah sekolah bisnis lokal.
Infantino membantah tuduhan tersebut melalui juru bicara FIFA, menyatakan bahwa tuduhan tersebut ‘sangat tidak benar’ dan ‘fitnah’.
Situasi ini terjadi di tengah-tengah ketegangan antara UEFA dan FIFA, setelah UEFA mengancam akan melakukan boikot terhadap kompetisi FIFA jika rencana Infantino untuk menjual hak komersial dan operasional Piala Dunia kepada perusahaan swasta tidak dibatalkan.
UEFA menyatakan bahwa pembayaran kepada mantan karyawan tersebut dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku pada saat itu, tetapi sekarang telah diperketat.
Infantino sebelumnya telah menghadapi kritik dan kontroversi selama menjabat sebagai Presiden FIFA, termasuk tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Kasus ini menambahkan tekanan pada Infantino dan FIFA, yang sudah menghadapi banyak tantangan dan kritik dari komunitas sepak bola internasional.
