PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 Agustus 2026 | Southampton kembali ke Championship dengan laga yang penuh permusuhan setelah skandal ‘Spygate‘ yang membuat mereka dikeluarkan dari play-off pada Mei. Tim asuhan Tonda Eckert kesulitan menghadapi atmosfer di Vicarage Road dalam pertandingan liga pertama mereka sejak kontroversi spionase yang menggagalkan kampanye mereka sebelumnya.
Atmosfer sudah memanas sejak awal, dengan para pemain Southampton dicemooh baik di dalam maupun di luar lapangan. Kekalahan 2-1 dari Watford membuat Southampton sudah terpuruk di dasar klasemen setelah pengurangan empat poin menyusul skandal Spygate.
Sebelum pertandingan, Eckert telah mencoba mengalihkan fokus kembali ke lapangan dengan menyatakan ‘Biarkan sepak bola yang berbicara’ saat menjalani tugas media jelang laga. Namun, hal itu terbukti sulit karena bayang-bayang musim panas terus menghantui skuadnya sepanjang 90 menit yang sulit di Hertfordshire.
Dua gol Watford sama-sama berawal dari umpan buruk Southampton, yang menyoroti kurangnya ketenangan di kubu tim tamu. Sepakan tanpa arah Jack Stephens dimanfaatkan Iker Bravo, rekrutan musim panas dari Udinese. Penyerang Spanyol berusia 21 tahun itu tidak ragu, bergerak maju dan menyambar bola ke gawang untuk membuka skor.
Produk akademi Watford, Amin Nabizada, kemudian memanfaatkan lagi umpan ceroboh Southampton, kali ini dari Ryan Manning, untuk melesat di sisi kanan. Sempat terlihat seolah remaja itu mendorong bola terlalu jauh saat masuk ke area Southampton, sebelum ia tiba-tiba melepaskan tembakan rendah ke pojok bawah tiang jauh.
Southampton memperkecil ketertinggalan mereka pada babak kedua. Cameron Bragg menyodorkan bola kepada Cyle Larin dari jarak 10 yard dari gawang, dan pemain internasional Kanada itu meluncurkan bola melewati Federico Ravaglia pada menit ke-56.
Southampton melancarkan gempuran telat ke gawang Watford, tetapi Taylor Harwood-Bellis menyia-nyiakan peluang paling bersih mereka. Ketika bek itu melepaskan tembakan pada masa injury time yang melenceng jauh, sosok yang dipandang sebagai salah satu tokoh antagonis dalam saga ini dipancing emosinya secara verbal oleh sejumlah pemain Watford.
Bayang-bayang penyelidikan terus membesar, dengan Eckert sudah bersiap untuk potensi sanksi larangan saat klub menunggu putusan akhir dalam kasus spionase tersebut. Dengan kekalahan ini, Southampton harus segera memperbaiki performa mereka jika ingin bertahan di Championship.
Kesimpulan, Southampton masih memiliki perjalanan panjang untuk memulihkan diri dari skandal ‘Spygate’ dan mencapai tujuan mereka di Championship. Dengan tantangan yang berat dan tekanan yang tinggi, mereka harus menunjukkan kemampuan dan ketabahan untuk bangkit kembali.
