TNI Gelar Latihan Gabungan 3 Matra, Menhan Sjafrie: Kekuatan Tempur TNI Terpenuhi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Agustus 2026 | Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan gabungan tiga matra di daerah latihan TNI Angkatan Laut (AL) di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Latihan ini melibatkan 12.987 personel yang bertujuan untuk menguji kesiapan operasi gabungan dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pelaksanaan latihan itu turut disaksikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, dan tiga kepala staf angkatan. Puluhan ribu personel TNI menampilkan kemampuan tempur perisai trisula nusantara dari matra darat, laut, dan udara.

Baca juga:

Sejumlah alutsista turut dikerahkan di dalam latihan bersama, mulai dari drone kamikaze AKM KI-50, rudal C-705, KRI Sampari-628, jet tempur Rafale, jet tempur F-16, hingga Unmanned Surface Vehicle (USV). Menurut Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, latihan ini mensimulasikan pengamanan wilayah dan obyek vital nasional untuk menguji kesiapan operasi gabungan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Menhan Sjafrie menyatakan bahwa TNI sudah mampu menjawab tantangan tugas dalam memelihara, menjaga, serta mengamankan kedaulatan NKRI. Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) dan amunisi TNI mulai terpenuhi setelah pemerintah memperkuat pembangunan kemampuan pertahanan nasional.

Baca juga:

Sjafrie juga mengatakan bahwa TNI harus terus meningkatkan kesiapan operasi udara, interoperabilitas antarmatra, dan profesionalisme prajurit dalam mendukung keberhasilan operasi gabungan TNI guna menjaga kedaulatan NKRI. Ia menyarankan agar latihan TNI dalam berbagai tingkatan dan skalanya diselenggarakan lebih sering.

Latihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan operasional, dan kemampuan pertahanan negara guna menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan melindungi kepentingan nasional. Dengan demikian, TNI dapat mempertahankan kedaulatan NKRI dan menjaga keamanan nasional.

Baca juga:

Sementara itu, salah satu alumnus Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan, Fachry Irgina Ramadhan Parapat, berhasil masuk Akademi Militer (Akmil) setelah sempat mengalami kegagalan beberapa kali. Ia dinyatakan lulus seleksi dalam sidang Pantukhir Pusat Penerimaan Taruna Akademi TNI 2026.

Kesimpulan dari latihan gabungan tiga matra TNI dan keberhasilan alumnus MAN IC Tapanuli Selatan ini menunjukkan bahwa TNI terus berupaya meningkatkan kesiapan operasi dan profesionalisme prajurit dalam menjaga kedaulatan NKRI. Dengan kekuatan tempur yang terpenuhi dan kemampuan operasi gabungan yang efektif, TNI dapat mempertahankan keamanan nasional dan menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *