PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 Mei 2026 | Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan naik meskipun nilai tukar Rupiah melemah. Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyatakan bahwa kualitas beras SPHP akan tetap terjaga dan harga penjualannya tidak akan berubah.
Hal ini merupakan kabar baik bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi perekonomian yang tidak stabil. Bapanas memastikan bahwa spesifikasi dan standar mutu beras SPHP tidak akan mengalami pengurangan, sehingga masyarakat dapat tetap memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Sementara itu, Indonesia juga telah menunjukkan kemampuan sebagai salah satu negara eksportir pangan terbesar di dunia. Dengan nilai ekspor pangan sebesar US$58 miliar pada tahun 2022, Indonesia menempati peringkat kelima sebagai negara eksportir pangan terbesar di dunia.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga terus berupaya untuk meningkatkan produksi pangan nasional melalui program Optimasi Lahan (Oplah). Program ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia dan meningkatkan produksi pangan nasional.
Dalam upaya meningkatkan produksi pangan, pemerintah juga telah meluncurkan gerakan tanam serentak nasional. Gerakan ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan produksi pangan nasional dan meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.
Prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, juga menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan di Kabupaten Merauke mencapai 13,27% pada 2025, turun 1,02% dari tahun sebelumnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan Badan Pangan Nasional, diharapkan bahwa produksi pangan nasional dapat terus meningkat dan ketahanan pangan di Indonesia dapat terjaga.
