Dosen Unkriswina Dituding Melecehkan Mahasiswi 3 Kali, Ini Fakta-faktnya

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 Mei 2026 | Seorang dosen Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba, RAL, diduga melecehkan mahasiswi di rumah pelaku. Korban berinisial JMS (20), diduga dilecehkan RAL sebanyak tiga kali.

Kasus ini bermula saat kakak JMS, yakni RS, tidak melihat adiknya berada di rumah pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 19.00 Wita. Kondisi itu membuat RS curiga.

Baca juga:

RS kemudian mengecek keberadaan JMS melalui aplikasi GPS Maps. Dari hasil pelacakan, JMS diketahui berada di Kelurahan Temu.

Setibanya di lokasi, RS mendapati titik koordinat berada di rumah RAL. Ia kemudian mengetuk pintu rumah dosen ilmu hukum tersebut untuk memastikan keberadaan adiknya.

Setelah beberapa kali mengetuk pintu, RAL akhirnya keluar. Kepada RAL, RS mengaku sedang mencari dan memastikan keberadaan JMS. Namun, RAL menyebut JMS sedang berada di rumah temannya.

RS lalu mengajak RAL untuk bersama-sama mencari JMS. Namun sebelum berangkat, pelapor meminta kepada terlapor untuk masuk mengecek ke dalam rumah, tapi awalnya terlapor tidak mau.

Baca juga:

Setelah didesak berulang kali, RAL akhirnya mempersilakan RS masuk ke dalam rumah. Saat itulah RS mendapati JMS berada di dalam rumah RAL.

JMS mengaku telah dilecehkan sebanyak tiga kali oleh RAL dengan cara memegang alat vital dan menciumnya.

Kasus ini sudah dilaporkan terkait dugaan pelecehan seksual oleh korban. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan.

Modus pelaku mengajak korban ke rumahnya untuk membantu buat laporan.

Baca juga:

Korban sudah diperiksa lalu sudah divisum. Kemudian akan memanggil saksi-saksi yang mengetahui kasus tersebut untuk diperiksa.

Kasus pelecehan seksual ini masih dalam penyelidikan. Dosen RAL masih dalam status sebagai tersangka.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali mahasiswi. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan untuk mencegah kasus-kasus seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *