Drama Menegangkan JDT vs Al Ahli: Kegagalan di Kuartal Akhir ACL Elite 2025/2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 April 2026 | Johor Darul Ta’zim (JDT) menutup kampanye mereka di AFC Champions League Elite (ACLE) 2025/2026 dengan kekalahan 1-2 melawan Al Ahli Saudi pada babak perempat final yang digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, pada 17 April. Pertandingan yang awalnya menjanjikan peluang besar bagi tim Malaysia berakhir dengan sorotan pada dua gol krusial Al Ahli dan kegagalan JDT untuk memanfaatkan keunggulan numerik mereka.

Sejak peluit awal, JDT menunjukkan niat menyerang yang jelas. Pada menit ke-20, serangan balik yang dipimpin oleh pemain impor Brasil, Jairo da Silva, menghasilkan sebuah umpan silang rendah ke dalam kotak penalti. Bola tersebut memantul dari kaki Ali Majrashi (Al Ahli) dan menemukan jaringan gawang, menandai gol pembuka bagi JDT. Gol tersebut tampak memberi kepercayaan diri kepada tim asuhan Luis Garcia, yang baru-baru ini menegaskan pentingnya pertempuran ini sebagai “pertandingan terbesar dalam sejarah klub”.

Baca juga:

Namun, momentum JDT terhenti ketika Ali Majrashi menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras, meninggalkan Al Ahli dengan sepuluh pemain. Secara teoritis, situasi ini seharusnya menguntungkan JDT, namun tim tamu tidak dapat memanfaatkan keunggulan tersebut secara maksimal.

Menjelang akhir babak pertama, Al Ahli berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan sudut. Franck Kessié, yang berada di posisi mengancam di area pertahanan JDT, menanduk bola sudut dengan kepala dan menempatkannya tepat di pojok bawah gawang pada tambahan waktu babak pertama. Gol ini mengembalikan keunggulan Al Ahli menjadi 1-1.

Babak kedua dimulai dengan intensitas yang meningkat. Pada menit ke-54, Galeno, pemain sayap Al Ahli, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang melesakkan bola ke sudut atas gawang Andoni Zubiaurre, kiper JDT. Gol tersebut membawa Al Ahli unggul 2-1, dan sejak saat itu mereka mengendalikan ritme permainan, menciptakan sejumlah peluang meski berada dalam kondisi pemain kurang.

Baca juga:

Menanggapi keunggulan lawan, Luis Garcia melakukan pergantian strategis pada menit ke-75 dengan memasukkan Bergson da Silva untuk menambah daya serang. Upaya JDT untuk mencetak gol penyeimbang terus berlanjut, tetapi pertahanan Al Ahli tetap solid, dan peluang yang diciptakan JDT sering kali terhalang oleh aksi penyelamatan Zubiaurre yang sigap.

Kekalahan ini menandai akhir perjalanan JDT di ACL Elite tahun ini. Dengan hasil tersebut, Al Ahli melaju ke semifinal melawan Vissel Kobe dari Jepang, yang sebelumnya mengalahkan Al Sadd melalui adu penalti. Bagi JDT, kegagalan ini menjadi pelajaran penting menjelang kompetisi domestik dan internasional selanjutnya, terutama dalam mengoptimalkan situasi pemain kurang lawan.

Selain aspek taktik, pertandingan ini juga menyoroti performa individual pemain kunci. Luis Garcia, yang memimpin tim dengan tekad kuat, harus menerima bahwa meski mengandalkan keunggulan numerik, eksekusi akhir masih menjadi tantangan. Sementara itu, Andoni Zubiaurre, meski melakukan beberapa penyelamatan penting, tetap harus mengakui bahwa gol yang dihadapi tidak dapat dihindari secara teknis.

Baca juga:

Dengan hasil ini, JDT kini berfokus pada pemulihan dan persiapan kompetisi selanjutnya, termasuk Liga Super Malaysia dan turnamen regional ASEAN. Para penggemar dan pundit berharap tim dapat bangkit kembali, memperbaiki kekurangan di lini serang, serta meningkatkan konsistensi defensif untuk menatap kembali panggung Asia pada musim berikutnya.

Kegagalan di Jeddah menjadi titik refleksi bagi manajemen klub, yang diperkirakan akan mengevaluasi strategi transfer, kebugaran pemain, serta pendekatan taktik Luis Garcia demi mengembalikan kejayaan JDT di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *