PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Juni 2026 | Kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih kokoh meski berada di tengah gejolak geopolitik global. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih jauh dari kondisi krisis seperti 1998. Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat mengatakan bahwa indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi masih stabil.
Menurut Firman, posisi neraca korporasi juga sangat sehat, dengan utang perusahaan dalam denominasi dolar AS yang jauh lebih rendah dibandingkan saat krisis 1998. Selain itu, kondisi perbankan juga masih kuat, dengan capital ratio di atas 25 persen.
Ekonom senior Chatib Basri juga menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memiliki perbedaan mendasar dibandingkan periode krisis 1998. Menurutnya, sistem nilai tukar yang fleksibel saat ini memungkinkan masyarakat dan dunia usaha melakukan penyesuaian lebih dini terhadap risiko pelemahan rupiah.
Namun, Chatib Basri mengingatkan bahwa tekanan akibat depresiasi rupiah tetap berpotensi dirasakan oleh kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan menengah bawah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengantisipasi dan mitigasi dampak krisis tersebut.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga menekankan pentingnya pemikiran geopolitik proklamator RI, Ir. Soekarno, sebagai instrumen penting bagi arah diplomasi luar negeri dan pertahanan Indonesia saat ini. Menurutnya, kerangka berpikir atau Siklus Geopolitik Soekarno sangat relevan jika Presiden Prabowo Subianto ingin memosisikan Indonesia sebagai fasilitator perdamaian di kancah global.
Dalam menghadapi krisis ekonomi, Indonesia perlu memperkuat aspek ekonomi domestik dan meningkatkan kemampuan menghadapi tekanan eksternal. Dengan demikian, Indonesia dapat mempertahankan stabilitas ekonomi dan menghindari krisis seperti 1998.
Kesimpulan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih kokoh dan jauh dari kondisi krisis seperti 1998. Namun, perlu dilakukan upaya untuk mengantisipasi dan mitigasi dampak krisis tersebut, terutama bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan menengah bawah.
