Prabowo Targetkan PLTS 17 Gigawatt Tahun Ini, Langkah Besar Kurangi Diesel

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 April 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan target ambisius 17 gigawatt (GW) dalam tahun ini. Langkah ini menjadi bagian integral dari program nasional energi terbarukan yang menargetkan total kapasitas 100 GW PLTS dalam dekade mendatang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, khususnya pembangkit berbasis diesel.

Dalam pertemuan yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa 21 April 2026, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikbudristek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo secara langsung meminta percepatan instalasi PLTS. “Kami diminta mempercepat program, terutama untuk menggantikan pembangkit listrik diesel yang masih banyak beroperasi di daerah terpencil,” ujar Brian dalam siaran ulang konferensi pers.

Baca juga:

Menurut perhitungan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN, perusahaan energi Danantara, serta tim akademisi dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka, potensi instalasi PLTS yang dapat direalisasikan dalam tahun ini mencapai 17 GW. Dari total tersebut, 10 GW diarahkan khusus untuk menggantikan pembangkit diesel, sementara sisanya 7 GW akan menambah kapasitas energi terbarukan secara keseluruhan.

Berikut rincian target yang disepakati:

  • 10 GW – Penggantian pembangkit listrik berbasis diesel di wilayah yang paling membutuhkan transisi energi bersih.
  • 7 GW – Penambahan kapasitas PLTS baru untuk memperkuat jaringan energi terbarukan nasional.

Implementasi teknis, termasuk penentuan lokasi proyek, akan dikelola oleh PT PLN sebagai pelaksana utama. PLN akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta konsorsium swasta untuk memastikan penyediaan lahan, infrastruktur jaringan, dan pendanaan yang memadai.

Baca juga:

Strategi percepatan ini tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga melibatkan unsur edukasi dan inovasi. Pemerintah menggandeng para ahli dari universitas seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memberikan dukungan riset, pelatihan tenaga kerja, dan pengembangan teknologi penyimpanan energi yang terintegrasi dengan PLTS.

Selain itu, program “PLTS Atap” yang diprakarsai Kementerian Perindustrian diharapkan dapat mendorong partisipasi sektor swasta serta rumah tangga dalam memasang panel surya di atap bangunan. Dengan insentif fiskal, subsidi tarif listrik, dan skema pembiayaan lunak, pemerintah berharap dapat menambah ribuan megawatt kapasitas terpasang dalam waktu singkat.

Target 100 GW PLTS dalam sepuluh tahun ke depan diharapkan dapat menurunkan emisi karbon nasional secara signifikan. Pemerintah menargetkan pencapaian 100% listrik dari sumber energi terbarukan pada akhir dekade ini, sebuah langkah yang sejalan dengan komitmen Indonesia dalam perjanjian Paris dan agenda netral karbon global.

Baca juga:

Para pengamat menilai bahwa pencapaian 17 GW dalam satu tahun merupakan tantangan besar, mengingat kebutuhan akan investasi berskala triliun rupiah, koordinasi lintas kementerian, serta penyesuaian regulasi. Namun, dukungan politik kuat dari Presiden Prabowo, dipadu dengan sinergi antara sektor publik, akademisi, dan industri, memberikan sinyal positif bahwa target tersebut dapat terwujud.

Dalam konteks geopolitik, percepatan transisi energi bersih juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor dan pembangkit diesel memberikan ruang bagi Indonesia untuk mengalokasikan sumber daya ke sektor strategis lainnya, seperti transportasi listrik, industri hijau, dan pengembangan energi angin.

Secara keseluruhan, program PLTS 17 gigawatt tahun ini menjadi tonggak penting dalam agenda energi nasional. Keberhasilan pelaksanaannya tidak hanya akan menurunkan emisi gas rumah kaca, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat jaringan listrik pedesaan, dan menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin kawasan dalam adopsi energi terbarukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *