PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Mei 2026 | Jakarta, 6 Mei 2026 – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu, menandai penurunan kurs dolar hari ini menjadi Rp17.390 per dolar. Penguatan ini mencatat kenaikan sebesar 34 poin atau 0,20% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.424. Pergerakan positif ini dipicu oleh rangkaian faktor eksternal dan domestik yang menyeimbangkan sentimen pasar.
Di panggung internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penurunan intensitas serangan ke Iran. Pernyataan tersebut menurunkan ketegangan geopolitik di wilayah Teluk Persia, yang selama ini menjadi pendorong kuat permintaan safe‑haven pada dolar. Dengan risiko konflik berkurang, investor mulai beralih kembali ke mata uang regional, termasuk rupiah.
Sementara itu, data ekonomi dalam negeri menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan pada kuartal I 2026, mencatat rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama, memperkuat fundamental ekonomi dan memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertimbangkan penyesuaian suku bunga pada kuartal berikutnya.
Bank Indonesia (BI) juga mengambil langkah proaktif dengan menstabilkan likuiditas pasar dan menyesuaikan kebijakan moneter. Kebijakan ini memberi dukungan tambahan bagi nilai tukar rupiah, meskipun pasar tetap waspada terhadap fluktuasi harga minyak dunia yang masih dipengaruhi oleh dinamika produksi di Timur Tengah.
Berikut rangkuman kurs jual‑beli dolar AS di empat bank utama pada sesi pagi Rabu, 6 Mei 2026:
| Bank | Kurs Beli (e‑rate) | Kurs Jual (e‑rate) | Kurs Beli (TT Counter) | Kurs Jual (TT Counter) |
|---|---|---|---|---|
| Bank Central Asia (BCA) | Rp17.380 | Rp17.400 | Rp17.247 | Rp17.547 |
| Bank Rakyat Indonesia (BRI) | Rp17.348 | Rp17.385 | Rp17.270 | Rp17.470 |
| Bank Mandiri | Rp17.370 | Rp17.400 | Rp17.200 | Rp17.500 |
| Bank Negara Indonesia (BNI) | Rp17.368 | Rp17.398 | Rp17.260 | Rp17.500 |
Para analis pasar, termasuk Ibrahim Assuaibi selaku Direktur Traze Andalan Futures, memperkirakan bahwa kurs dolar hari ini akan tetap fluktuatif. Ia menilai bahwa meskipun rupiah membuka dengan menguat ke level Rp17.377, tekanan dari dolar AS yang kembali menguat akibat ketegangan di Selat Hormuz dapat menurunkan nilai tukar dalam beberapa jam ke depan, dengan potensi bergerak di kisaran Rp17.420‑Rp17.460.
Penguatan mata uang regional lainnya juga menjadi indikator penting. Yuan China naik 0,12%, yen Jepang naik 0,14%, dan won Korea menguat 1,13% terhadap dolar. Kenaikan ini mencerminkan aliran modal kembali ke Asia setelah ketegangan Timur Tengah mereda.
Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang lebih moderat, pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat, serta kebijakan moneter yang adaptif membuat kurs dolar hari ini mengalami penurunan signifikan. Meskipun demikian, para pelaku pasar tetap memantau perkembangan geopolitik dan data ekonomi lanjutan untuk menilai arah pergerakan selanjutnya.
Investor disarankan untuk tetap berhati‑hati dan memperhatikan volatilitas yang mungkin muncul kembali, terutama jika situasi di Selat Hormuz mengalami perubahan mendadak atau jika data inflasi domestik menunjukkan tekanan yang signifikan.
