Derbi Suramadu Meletus! Persebaya vs Madura United Kalah 1-2, Wasit & VAR Dituduh Curang

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 April 2026 | Pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 menyuguhkan drama klasik Derbi Suramadu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Pada Jumat, 17 April 2026, Persebaya Surabaya menelan kekalahan 1-2 dari Madura United. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah catatan negatif bagi Laskar Sapeh Kerrab, tetapi juga memicu protes keras dari pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, yang menuduh keputusan wasit dan sistem VAR tidak adil.

Gol pertama Madura United dicetak oleh Lulinha pada menit ke-12 setelah serangan balik cepat. Gol kedua datang pada menit ke-64 melalui tendangan keras Riquelme Sousa, yang memanfaatkan ruang di lini belakang Persebaya. Persebaya hanya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-82 lewat tembakan Riyan Adriyansyah, namun gol tersebut tidak cukup untuk menghindari kekalahan.

Baca juga:

Kontroversi utama muncul ketika Bruno Paraiba, pemain tengah Persebaya, diduga melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti pada menit ke-30. Tavares berpendapat bahwa pelanggaran tersebut seharusnya menghasilkan tendangan penalti, namun wasit tidak memberi isyarat apa pun. “Saya tidak mengerti kenapa VAR tidak menunjukkan itu,” kata Tavares dalam konferensi pers pasca laga. Ia menambahkan bahwa tidak ada intervensi VAR yang dilakukan meski video jelas menampilkan kontak fisik.

Kontroversi kedua terkait proses gol kedua Madura United. Menurut Tavares, gol tersebut terjadi setelah seorang pemain pengganti Madura masuk ke lapangan tanpa sinyal resmi dari wasit. “Dalam situasi itu, pemain datang dari luar tanpa kami melihat ada izin dari wasit, lalu mengambil bola dan mencetak gol,” ujar pelatih Persebaya. Ia menegaskan bahwa peraturan melarang masuknya pemain pengganti tanpa isyarat resmi, sehingga gol tersebut seharusnya dinyatakan tidak sah.

Setelah pertandingan, Tavares melontarkan kritik tajam kepada ofisial pertandingan. Ia menolak memperpanjang polemik dengan melaporkan insiden tersebut, menyatakan bahwa “pertandingan sudah selesai” dan fokus kini beralih pada evaluasi tim untuk laga berikutnya.

Baca juga:

Secara historis, ini merupakan catatan pertama Persebaya kalah di kandang melawan Madura United sejak debut Derbi Suramadu. Dari total 22 pertemuan sejak 2018, Laskar Sapeh telah mencatat 13 kemenangan, tiga kali kalah, dan sisanya berakhir imbang. Kemenangan Madura United kali ini sekaligus menandai balasan atas kekalahan 0-1 yang diderita Madura United pada putaran pertama Januari 2026.

Dalam klasemen sementara, Persebaya berada di posisi keenam dengan 42 poin setelah 28 laga. Namun, jarak poin yang tipis dengan Persita Tangerang (41) dan Dewa United (40) menimbulkan ancaman penurunan posisi bila hasil selanjutnya tidak membaik. Kekalahan beruntun dalam sebulan—termasuk 1-5 melawan Borneo FC dan 0-3 melawan Persija—menambah tekanan pada Tavares untuk mengubah taktik dan motivasi pemain.

Para pendukung Persebaya, yang dikenal dengan sebutan Bajul Ijo, menyuarakan kekecewaan melalui media sosial. Banyak yang menuntut klarifikasi resmi dari PSSI mengenai penggunaan VAR dan prosedur masuknya pemain pengganti. Di sisi lain, pendukung Madura United merayakan kemenangan sebagai bukti efektivitas serangan balik dan disiplin taktis tim tamu.

Baca juga:

Ke depan, Persebaya dijadwalkan menghadapi Persib Bandung pada pekan berikutnya. Tavares menyatakan bahwa timnya akan fokus pada perbaikan fase finishing serta penegakan disiplin pemain dalam situasi transisi. “Kami harus lebih tajam di depan gawang dan memastikan tidak ada pelanggaran prosedural lagi,” tuturnya.

Dengan hasil ini, Derbi Suramadu kembali menjadi sorotan utama liga, menegaskan bahwa keputusan teknis di lapangan dapat berpengaruh besar pada hasil akhir. Pertandingan ini sekaligus menjadi pelajaran bagi seluruh klub bahwa implementasi teknologi VAR harus konsisten dan aturan pergantian pemain harus dijalankan secara transparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *