PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Juni 2026 | PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) akan membagikan dividen sebesar Rp5,04 triliun atau 70% dari laba bersih tahun buku 2025. Sisanya, yakni Rp2,16 triliun atau 30% dari laba bersih ini ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan pelaksanaan proyek-proyek strategis.
Dividen yield dari saham Aneka Tambang relatif menarik lantaran memberikan imbal hasil sebesar 6,7% dari harga saham ANTM pada penutupan perdagangan di Senin pekan ini sebesar Rp3.130/saham. Yied saham perusahaan produsen emas dan nikel ini relatif tinggi jika dibandingkan bunga deposito bank bertenor satu tahun yang berkisar 2,5-3%.
Perusahaan juga berencana untuk memperkuat pengembangan bisnis hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral. Langkah tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menekankan peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Manajemen Antam menyetujui rencana perseroan menerima penugasan khusus pemerintah untuk mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional. Penugasan itu mencakup pengembangan ekosistem baterai berbasis nikel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari kegiatan pertambangan, pembangunan fasilitas RKEF/RKSBF dan HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas daur ulang baterai.
Kinerja perseroan berlanjut apik di awal tahun ini. Antam pada kuartal pertama tahun ini membukukan laba bersih senilai Rp3,66 triliun, meningkat sebesar 58% jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp2,32 triliun.
Para pemegang saham ANTM yang berhak akan menerima pembayaran pada 10 Juli 2026. Sementara itu, untuk rekomendasi saham hari ini, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menjadi pilihan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Jumat, (19/6/2026). IHSG ditutup melemah 0,78% ke level 6.172 pada perdagangan saham Kamis, 18 Juni 2026. Hal itu disertai aksi jual saham oleh investor asing di pasar regular Rp 893 miliar.
IHSG akan berada di level support 6.130-6.080 dan level resistance 6.200-6.230. Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyarankan investor dan trader untuk mencermati level support di moving average (MA) 20 harian 6.055-6.073. Sekaligus memantau potensi break out yang bisa mendobrak 6.300 demi menciptakan pola bullish reversal inverted head and shoulders.
Kesimpulan, Antam membukukan laba bersih yang signifikan dan membagikan dividen yang menarik. Perusahaan juga berencana untuk memperkuat pengembangan bisnis hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral. IHSG berpeluang menguat pada perdagangan saham Jumat, (19/6/2026) dengan rekomendasi saham yang menarik.
