Terungkap! Syekh Ahmad Al Misry Diduga Perdaya Santri dengan Janji Sekolah Gratis ke Mesir

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 April 2026 | Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Syekh Ahmad Al Misry kembali menjadi sorotan publik sejak Maret 2026. Awalnya muncul laporan anonim di media sosial yang menuduh seorang pendakwah berinisial SAM melakukan tindakan tidak senonoh terhadap santri laki-laki. Seiring berjalannya waktu, identitas SAM dihubungkan dengan Syekh Ahmad Al Misry melalui ciri‑ciri visual dan jejak digital di Instagram (@ahmad_almisry2).

Menurut keterangan saksi utama, Oki Setiana Dewi, ia mewawancarai salah satu korban saat korban berada di Mesir. Oki kemudian menyampaikan temuan tersebut kepada rekan pendakwah di Indonesia. Saksi lain, Ustaz Abi Makki, menegaskan bahwa modus pelaku adalah iming‑iming beasiswa atau sekolah gratis ke Timur Tengah, khususnya Mesir, yang dibungkus sebagai peluang pendidikan agama bagi para santri.

Baca juga:

Berikut kronologi singkat yang berhasil diungkap:

  • 2017 – Dugaan pertama tindakan pelecehan terjadi di sebuah pondok pesantren di Jawa Barat. Pelaku menjanjikan beasiswa ke Mesir kepada santri yang berprestasi.
  • 2020 – Beberapa korban melaporkan tekanan psikologis setelah janji tidak terealisasi, namun mereka tetap dipaksa menandatangani surat persetujuan yang berisi klausul “tidak akan mengungkapkan”.
  • Maret 2026 – Seorang mantan santri mengunggah video pengakuan di media sosial, memicu viralitas dan penyelidikan Bareskrim Polri.
  • April 2026 – Ustaz Abi Makki mengadakan konferensi pers, menegaskan bahwa pelaku menggunakan janji belajar di Mesir sebagai umpan untuk melakukan tindakan tidak senonoh.
  • Mei 2026 – Bareskrim Polri resmi menerima laporan resmi, membuka penyelidikan dan menyiapkan surat perintah penangkapan.

Hingga kini, Syekh Ahmad Al Misry belum muncul untuk memberikan keterangan resmi. Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses hukum sedang berjalan dan pelaku masih dalam status buron. Keluarga korban menuntut keadilan dan mengharapkan agar pelaku tidak lagi melanjutkan aksi penipuan dan pelecehan.

Baca juga:

Modus yang dipakai pelaku terbilang cerdik. Ia menyasar santri yang memiliki motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan agama ke luar negeri. Dengan menonjolkan reputasi sebagai ustaz ternama, ia menjanjikan beasiswa penuh, akomodasi, serta bimbingan belajar di universitas Mesir. Setelah korban setuju, pelaku kemudian mengatur pertemuan pribadi yang berujung pada tindakan pelecehan seksual. Beberapa korban mengaku merasa “shock” dan mengalami trauma berat setelah kejadian.

Pihak berwenang menegaskan pentingnya verifikasi informasi beasiswa dan mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai tawaran yang tampak terlalu bagus. Selain itu, Polri juga mengimbau korban untuk melapor melalui jalur resmi, mengingat banyak kasus serupa yang berakhir diam karena rasa takut atau stigma sosial.

Baca juga:

Kasus ini menimbulkan perdebatan luas di kalangan tokoh agama, aktivis hak asasi manusia, serta masyarakat umum. Sebagian menilai perlunya regulasi lebih ketat terhadap kegiatan dakwah lintas negara, sementara yang lain menekankan perlunya edukasi seks dan perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Dengan sorotan media yang terus meningkat, diharapkan proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi para korban. Sementara itu, komunitas santri diharapkan lebih waspada terhadap janji-janji manis yang berpotensi menjerat mereka dalam situasi berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *