PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Juli 2026 | Proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sulawesi Selatan (Sulsel) telah memasuki tahap yang krusial. Banyak orang tua dan siswa yang khawatir tentang kesempatan untuk mendapatkan tempat di sekolah negeri favorit mereka. Namun, Pemerintah Kota Makassar telah mengambil langkah untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena tidak memperoleh kursi di sekolah negeri.
Salah satu contoh nyata adalah kasus Harapan Nur Ningsih, seorang pekerja serabutan di Samarinda yang anaknya gagal masuk SMP Negeri terdekat. Meskipun telah mendaftar melalui jalur afirmasi dan domisili, anaknya tetap tidak dapat diterima karena kuota telah penuh. Ini menunjukkan bahwa sistem SPMB masih memiliki kelemahan yang perlu diperbaiki.
Dinas Sosial Sulsel juga telah mengungkapkan kesulitan dalam membujuk anak putus sekolah untuk kembali belajar. Proses penerimaan calon murid Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Sulawesi Selatan tidak dibuka secara umum untuk publik, melainkan menerapkan mekanisme khusus berupa penjangkauan langsung terhadap anak-anak potensial yang berasal dari keluarga miskin dan rentan.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pinrang telah menyatakan bahwa proses Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Pinrang berjalan lancar secara umum. Meskipun demikian, masih ada beberapa kendala teknis yang dihadapi, seperti masalah internet yang sering terjadi di beberapa wilayah.
Pemerintah Kota Makassar telah mengambil langkah proaktif dengan menggandeng 67 sekolah swasta untuk menampung siswa yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri. Seluruh biaya pendidikan siswa yang bersekolah di sekolah-sekolah tersebut akan ditanggung oleh Pemkot Makassar. Ini merupakan contoh nyata dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.
Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sulsel, Irman Yasin Limpo, telah memuji kebijakan Pemkot Makassar ini sebagai terobosan besar dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Menurutnya, program ini merupakan salah satu kebijakan penerimaan peserta didik paling berkeadilan yang pernah diterapkan di Indonesia.
Dalam kesimpulan, SPMB Sulsel masih memiliki beberapa tantangan yang perlu diatasi. Namun, dengan upaya pemerintah untuk memperbaiki sistem dan memastikan bahwa semua anak memiliki kesempatan yang sama, diharapkan bahwa pendidikan di Sulsel dapat menjadi lebih adil dan merata.
