PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Juli 2026 | Krisis di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut Iran sebagai ‘scum’ atau sampah. Pernyataan ini dibuat Trump dalam sebuah pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Ankara, Turki.
Trump juga menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang disepakati pada pertengahan Juni telah berakhir. Ia mengancam akan melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran jika negara tersebut tidak mau berunding.
Krisis ini telah menyebabkan harga minyak dunia meningkat. Brent crude, benchmark minyak global, melonjak 8% menjadi $80,12 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) crude untuk pengiriman Agustus meningkat 7,7% menjadi $75,83 per barel.
Perang di Timur Tengah telah menyebabkan ketidakstabilan di pasar saham global. Dow Jones turun hampir 1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq juga mengalami penurunan. Bank of America telah menurunkan proyeksi harga emas rata-rata untuk tahun 2026 menjadi $4.360 per ounce, karena ekspektasi akan suku bunga yang lebih tinggi.
Pakistan, yang telah menjadi mediator dalam konflik ini, telah meminta semua pihak untuk memenuhi komitmen mereka berdasarkan Memorandum of Understanding Islamabad. Namun, Trump telah menyatakan bahwa kesepakatan itu telah berakhir.
Krisis di Timur Tengah ini telah menyebabkan kekhawatiran di seluruh dunia. Banyak negara telah meminta agar konflik ini segera dihentikan dan digantikan dengan perundingan damai.
Kesimpulan dari krisis ini adalah bahwa situasi di Timur Tengah masih sangat tidak stabil dan memerlukan perhatian dari seluruh dunia. Perlu adanya upaya untuk menghentikan konflik dan mencapai perdamaian yang langgeng di wilayah tersebut.
