Selat Hormuz Dibuka: Iran Umumkan Kebebasan Navigasi, AS Tetap Pertahankan Blokade Laut

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 April 2026 | Iran secara resmi mengumumkan pada 17 Juni 2026 bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, telah dibuka sepenuhnya bagi semua kapal komersial. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan keputusan ini selaras dengan gencatan senjata 10‑hari antara Lebanon dan Israel yang dimulai pada 17 April 2026, sehingga jalur pelayaran dapat beroperasi tanpa hambatan selama periode tersebut.

Koordinasi pembukaan tersebut dilakukan melalui Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran, yang mengatur rute‑rute khusus untuk kapal dagang. Pernyataan Iran menekankan bahwa tidak ada batasan militer bagi kapal non‑militer yang melintasi selat, meskipun beberapa pejabat militer menambahkan bahwa persetujuan dari Angkatan Laut Pasukan Revolusi Iran (IRGC) tetap diperlukan untuk memastikan keamanan.

Baca juga:

Sementara Iran menegaskan selat terbuka, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan melalui platform Truth Social bahwa blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku. Trump menegaskan bahwa blokade akan berlanjut hingga “transaksi damai” dengan Tehran selesai 100 persen, meski ia mengakui bahwa sebagian besar poin negosiasi sudah tercapai. Pernyataan ini menciptakan dualitas kebijakan: selat terbuka secara resmi, namun akses ke pelabuhan Iran tetap dibatasi oleh angkatan laut AS.

Reaksi internasional beragam. Sekjen PBB Antonio Guterres menyambut baik keputusan Iran, menyebutnya sebagai “langkah ke arah yang benar” dan menekankan pentingnya pemulihan penuh hak navigasi internasional. Guterres berharap pembukaan selat dapat memperkuat dialog yang difasilitasi oleh Pakistan serta membangun kepercayaan antara pihak‑pihak yang terlibat.

Baca juga:

Di Eropa, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan dukungan mereka terhadap kebebasan navigasi, sekaligus menyerukan jaminan keberlanjutan. Mereka mengusulkan pembentukan misi internasional defensif untuk melindungi jalur pelayaran, melibatkan sekitar 30‑40 negara yang berpartisipasi dalam konferensi yang diadakan di Paris.

Pasar energi merespon pembukaan Selat Hormuz dengan penurunan harga minyak mentah sekitar 10 persen, mencerminkan ekspektasi peningkatan pasokan minyak dari wilayah Teluk. Penurunan ini memberi dampak positif pada ekonomi global, namun tetap diimbangi oleh kekhawatiran atas ketegangan geopolitik yang belum selesai antara AS dan Iran.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pembukaan Selat Hormuz menandai momen penting dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Meskipun Iran menegaskan jalur pelayaran bebas, kebijakan blokade AS menambah lapisan kompleksitas yang dapat mempengaruhi stabilitas regional dan perdagangan internasional. Pengawasan ketat oleh IRGC serta upaya diplomatik multinasional menjadi kunci untuk memastikan bahwa pembukaan ini tidak berbalik menjadi konflik baru di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *