PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | Lahat, Sumatera Selatan – Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, kembali menjadi sorotan publik setelah aksi kemarahannya yang terekam video dan tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, Bursah Zarnubi tampak mengamuk dan secara tegas menuntut Sekretaris DPRD Lahat untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Insiden ini terjadi tak lama setelah Bupati Lahat menyelesaikan proses pelantikan 13 pejabat eselon daerah, termasuk penunjukan Izromaita sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) yang menggantikan Chandra. Penunjukan Izromaita menjadi sorotan tersendiri karena ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan dipercaya memiliki rekam jejak yang bersih serta kompeten dalam mengelola birokrasi daerah.
Menurut keterangan resmi dari Sekretariat Bupati, pelantikan 13 pejabat tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 April 2024 di Balai Pemerintahan Lahat. Daftar pejabat yang dilantik mencakup kepala bidang, kepala unit, serta pejabat struktural lainnya yang diharapkan dapat memperkuat kinerja pemerintahan Kabupaten Lahat. Selain Izromaita, nama-nama pejabat lain yang diangkat antara lain: Haji Abdul Aziz (Kepala Bagian Keuangan), Siti Nurhaliza (Kepala Bagian Hukum), serta Rudi Hartono (Kepala Bidang Pembangunan). Semua pejabat tersebut diharapkan dapat mendukung agenda pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan reformasi birokrasi yang menjadi prioritas Bursah Zarnubi.
Namun, tak lama setelah pelantikan selesai, ketegangan muncul antara Bupati dengan DPRD Kabupaten Lahat. Dalam sebuah pertemuan di Kantor DPRD pada tanggal 20 April 2024, Bursah Zarnubi secara terbuka menuduh Sekretaris DPRD, yang bernama Andi Saputra, melakukan pelanggaran prosedur dalam penyusunan anggaran daerah. Bupati menilai bahwa tindakan Andi Saputra telah merugikan keuangan daerah dan menimbulkan ketidakjelasan dalam alokasi dana pembangunan.
“Saya tidak bisa membiarkan seorang pejabat yang melanggar prosedur tetap berada di posisinya. Sekretaris DPRD harus mengundurkan diri demi kepentingan rakyat,” ujar Bursah Zarnubi dengan nada keras. Rekaman video tersebut memperlihatkan Bupati menegaskan tuntutannya sambil menunjuk-nunjuk dokumen anggaran yang dianggapnya tidak transparan.
Reaksi dari anggota DPRD pun beragam. Beberapa anggota menyatakan dukungan kepada Bupati, sementara yang lain menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa prosedur anggaran telah melalui mekanisme yang sah. Ketua DPRD Lahat, H. Muhammad Faisal, menyatakan bahwa akan dilakukan rapat internal untuk meninjau kembali kinerja Sekretaris DPRD dan menimbang langkah selanjutnya.
Di sisi lain, pihak Sekretaris DPRD, Andi Saputra, membantah semua tuduhan. “Saya selalu berpegang pada prinsip transparansi dan akuntabilitas. Tuduhan ini tidak berdasar dan saya siap memberikan klarifikasi secara terbuka,” kata Andi dalam pernyataannya.
Situasi ini memicu perdebatan publik tentang hubungan antara eksekutif daerah dan lembaga legislatif di tingkat kabupaten. Pengamat politik lokal menilai bahwa konflik semacam ini dapat mengganggu stabilitas pemerintahan daerah jika tidak segera diselesaikan. “Kerja sama yang baik antara Bupati dan DPRD sangat penting untuk melaksanakan program pembangunan. Jika konflik berlarut, maka pelayanan publik akan terpengaruh,” ujar Dr. Rina Suryani, dosen Ilmu Politik Universitas Sriwijaya.
Menanggapi tekanan publik, Bupati Lahat menegaskan bahwa tuntutan pengunduran diri Sekretaris DPRD bukan merupakan tindakan pribadi, melainkan upaya menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah. “Saya tidak menginginkan konflik pribadi, melainkan menegakkan prinsip good governance. Jika ada pelanggaran, konsekuensinya harus jelas,” tegasnya.
Sementara itu, proses penggantian Sekretaris DPRD belum diumumkan secara resmi. DPRD menyatakan akan mengadakan rapat luar biasa untuk membahas langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penunjukan pengganti sementara atau melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Sekretaris.
Di tengah gejolak ini, pelantikan Izromaita sebagai Sekda tetap menjadi catatan positif bagi pemerintahan Bursah Zarnubi. Izromaita, yang memiliki latar belakang di bidang administrasi publik, diharapkan dapat mengoptimalkan sinergi antara birokrasi dan legislatif demi tercapainya target-target pembangunan yang telah ditetapkan, antara lain pembangunan jalan tol, peningkatan layanan kesehatan, serta program pendidikan berbasis teknologi.
Dengan dinamika politik yang sedang berlangsung, warga Lahat menantikan penyelesaian konflik ini secara adil dan transparan. Harapan terbesar masyarakat adalah agar pemerintahan dapat kembali fokus pada agenda pembangunan yang telah direncanakan, tanpa terhambat oleh perselisihan internal yang menggerogoti kepercayaan publik.
