Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Ditangkap KPK, Diduga Terima Suap Rp10,8 Miliar

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 Juli 2026 | Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi. Penetapan ini dilakukan setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Lombok Barat pada Senin (20/7/2026). Lalu Ahmad Zaini diduga menerima suap sebesar Rp10,8 miliar dari Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat, Sudirman.

Menurut Plt Deputi Penindakan KPK, Achmad Taufik Husein, Lalu Ahmad Zaini memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Lombok Barat untuk membantu Sudirman memperoleh sejumlah paket proyek di lingkungan Pemkab Lombok Barat pada tahun anggaran 2025-2026.

Baca juga:

Sudirman kemudian diduga menggunakan CV DKK atau perusahaan miliknya untuk memperoleh proyek tersebut. Namun, untuk menghindari keterkaitan perusahaan dengan dirinya dan kepala daerah, Sudirman diduga meminjam bendera sejumlah perusahaan lain sebagai penyedia formal.

Daftar barang suap yang diterima Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini antara lain mobil Alphard, sepatu Hermes, hingga sapi kurban. Selain itu, Lalu Ahmad Zaini juga diduga menerima uang sebesar Rp11,4 miliar.

Baca juga:

Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, menyatakan hanya berharap dan mendoakan yang terbaik bagi Bupati Lombok Barat yang telah ditangkap KPK. Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengaku terkejut dengan kejadian OTT KPK Bupati Lombok Barat dan berharap ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemerintah kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi NTB.

Kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lombok Barat ini masih dalam proses penyidikan. KPK akan terus menyelidiki kasus ini untuk mengetahui penyebab dan pelaku lainnya.

Baca juga:

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa korupsi masih menjadi masalah serius di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan penindakan yang efektif untuk mengatasi masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *