Kepala BGN Sudaryono Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Juli 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar pelayanan. SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran dan tidak dapat diperbaiki akan dihentikan operasionalnya.

Hal ini disampaikan Sudaryono usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPPG di Bogor, Jawa Barat. Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar operasional, keamanan pangan, dan mutu pelayanan.

Baca juga:

Di bawah kepemimpinan Sudaryono, BGN akan mengedepankan pembinaan melalui pemberian teguran kepada SPPG yang ditemukan bermasalah. Namun, apabila pelanggaran terus berulang dan tidak menunjukkan perbaikan, pemerintah akan mengambil tindakan tegas.

Sudaryono juga menegaskan bahwa perbaikan tata kelola MBG bakal menjadi fokus BGN di bawah kepemimpinannya. Ia memastikan bahwa makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat dipastikan aman dikonsumsi, dapat meningkatkan kualitas gizi anak, dan dapat memberdayakan sumber daya pedesaan dalam penyediaan bahan baku program.

Wali Kota Solo Respati Ardi menawarkan Solo menjadi kota percontohan zero accident program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Sejak program nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diluncurkan pada awal Januari 2025, belum ditemukan adanya kasus keracunan MBG di Solo.

Baca juga:

Respati menyampaikan, bahwa zero accident MBG menjadi komitmen Pemkot Solo. Ia menyampaikan komitmen Solo zero accident MBG ini bisa ditawarkan ke Sudaryono untuk Solo bisa menjadi kota percontohan.

Komitmen ini sejalan dengan upaya BGN untuk meningkatkan kualitas program MBG dan memastikan bahwa makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat aman dikonsumsi dan dapat meningkatkan kualitas gizi anak.

Dalam beberapa bulan terakhir, sudah terjadi dua kali pergantian kepemimpinan BGN. Kepala BGN pertama, Dadan Hindayana, dicopot dari jabatannya pada awal Juni lalu dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola dan pengadaan program MBG periode 2025-2026.

Baca juga:

Nanik yang sebelumnya adalah Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, diangkat menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan. Namun kepemimpinannya hanya berlangsung 45 hari sebelum ia mengundurkan diri.

Di bawah kepemimpinan Nanik, BGN melakukan evaluasi dan merubah sejumlah tata kelola program MBG yang sebelumnya menuai sorotan. Bekas anggota Timses Prabowo pada Pilpres 2019 ini membentuk 11 tim untuk reformasi total di BGN, memerintakan moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, mengubah fokus penerima prioritas agar lebih tepat sasaran, hingga pelibatan pakar gizi dan kesehatan dalam penyusunan Dewan Pengarah MBG.

Kesimpulan, Kepala BGN Sudaryono menegaskan akan menindak tegas SPPG yang tidak memenuhi standar pelayanan dan memastikan bahwa makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat aman dikonsumsi dan dapat meningkatkan kualitas gizi anak. Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemkot Solo untuk menjadi kota percontohan zero accident program MBG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *