Kebun Binatang Surabaya Menghadapi Sorotan Publik: Antara Kasus Korupsi dan Kesejahteraan Satwa

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Juli 2026 | Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali menjadi sorotan publik setelah kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Direktur Utama Choirul Anwar. Kasus ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran tentang kesejahteraan satwa di KBS, tetapi juga memicu pertanyaan tentang tata kelola dan pengelolaan destinasi wisata edukasi ini.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim melakukan kunjungan reses ke Surabaya dan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan KBS. Ia menyoroti bahwa kasus dugaan korupsi uang pakan hewan periode 2016-2024 yang mencapai Rp10,2 miliar oleh mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Choirul Anwar sangat memprihatinkan dan tidak boleh terjadi lagi.

Baca juga:

Chusnunia juga mengingatkan bahwa pengelolaan destinasi wisata berbasis konservasi harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memastikan kesehatan, perawatan, dan kebutuhan satwa terpenuhi secara optimal. Ia menyarankan bahwa jika diperlukan, pengelola dapat mempertimbangkan penghentian sementara operasional sampai sistem pengelolaan dibenahi secara menyeluruh.

Di sisi lain, keeper harimau Sumatera di KBS, Sumartono, menjelaskan bahwa menjaga kesehatan harimau tidak hanya tentang memberi makan setiap hari, tetapi memastikan kondisi tubuh mereka tetap ideal. Ia menekankan bahwa setiap harimau memiliki kebutuhan pakan yang berbeda dan penentuan porsi makan dilakukan bersama tim kesehatan dan ahli nutrisi.

Baca juga:

Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan satwa. Direktur Operasional dan Umum PDTS KBS Nurika Widyasanti menjelaskan bahwa sebagai lembaga konservasi, KBS memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan kesehatan dan pemeliharaan satwa berjalan sesuai prinsip animal welfare atau kesejahteraan satwa.

PDTS KBS juga menggarisbawahi bahwa upaya menjaga kondisi satwa tidak hanya dilakukan melalui pemberian pakan dan perawatan kesehatan, tetapi juga dengan memperhatikan aspek perilaku dan kondisi mental satwa. Salah satu metode yang digunakan adalah program enrichment, yakni pemberian stimulasi agar satwa dapat menunjukkan perilaku alaminya.

Baca juga:

Kesimpulan dari sorotan publik terhadap KBS ini menunjukkan bahwa pentingnya tata kelola yang akuntabel, kesejahteraan satwa, dan keberlanjutan destinasi wisata edukasi harus menjadi prioritas. Dengan demikian, KBS dapat terus memenuhi fungsinya sebagai tempat konservasi dan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan satwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *