PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 Juli 2026 | Hotman Paris, seorang pengacara kondang, kembali menjadi sorotan setelah ia resmi menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Penunjukan ini membuat namanya kembali menjadi perbincangan di media sosial dan mesin pencarian.
Febrie Adriansyah sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hotman Paris telah mengonfirmasi bahwa dirinya telah menjadi kuasa hukum Febrie dan akan mendampinginya dalam proses hukum.
Namun, penunjukan Hotman Paris sebagai kuasa hukum Febrie tidak berjalan mulus. Anaknya sendiri, Frank Hutapea, menyindir ayahnya karena membela Febrie. Frank menyebut bahwa aksi Hotman Paris membela rakyat miskin hanya sebagai strategi pemasaran untuk kepentingan bisnis semata.
Frank juga menyebut bahwa ayahnya tidak benar-benar peduli pada rakyat miskin dan hanya menggunakan mereka sebagai marketing atau trik penjualan. Ia juga menyinggung soal aksi Hotman yang selama ini membela rakyat miskin, yang menurutnya hanya sebagai pencitraan.
Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengkritik pernyataan Hotman Paris yang menyebut bahwa penetapan tersangka Febrie harus dengan izin presiden. Boyamin menilai bahwa Hotman tidak paham hukum dan meminta Hotman menjelaskan aturan yang menyatakan bahwa penetapan seorang tersangka harus dengan izin presiden.
Hotman Paris sendiri telah membantah beberapa tuduhan yang dialamatkan kepada Febrie, termasuk dugaan adanya aliran dana fantastis bernilai lebih dari Rp 50 miliar dari konglomerat properti, Tan Kian. Ia juga menegaskan bahwa kasus korupsi PT Asabri telah bergulir di pengadilan jauh sebelum Febrie menjadi Jampidsus.
Dalam kesimpulan, penunjukan Hotman Paris sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan di masyarakat. Sementara itu, Frank Hutapea, anak Hotman Paris, menyindir ayahnya karena membela Febrie dan menyebut bahwa aksi Hotman hanya sebagai strategi pemasaran untuk kepentingan bisnis semata.
