PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 April 2026 | Semen Padang kembali menjadi sorotan utama Liga 2 Indonesia setelah menorehkan kemenangan mengesankan atas Persijap Jepara dalam laga pekan ketiga. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Haji Agus Salim, Padang, menyuguhkan aksi balistik dari kedua tim, namun akhirnya unggul kepada Semen Padang berkat strategi tajam yang diatur oleh pelatih sekaligus mantan pemain nasional, Imran Nahumarury.
Sejak awal pertandingan, Semen Padang menampilkan pola serangan yang terorganisir. Imran Nahumarury menekankan pentingnya menekan lawan di zona tengah lapangan, memaksa Persijap menurunkan lini pertahanan mereka. Dalam 15 menit pertama, pemain sayap kanan, Andri Pratama, berhasil menciptakan peluang pertama dengan umpan terobosan kepada penyerang utama, Kabuu Sirah, yang dikenal dengan kecepatan dan kelincahannya.
Namun, tak lama berselang, Persijap Jepara menanggapi dengan serangan balasan cepat. Di menit ke-23, striker mereka, Rendi Satria, hampir membuka gawang melalui tendangan keras, namun kiper Semen Padang, Dedy Saputra, melakukan penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan timnya tetap imbang.
Masuk ke babak pertama, Imran Nahumarury memberikan arahan penting kepada Kabau Sirah untuk lebih memanfaatkan ruang kosong di sisi kiri pertahanan lawan. Perubahan taktik ini terbukti efektif pada menit ke-38 ketika Kabau Sirah menerima umpan silang dari gelandang tengah, Rudi Hidayat, dan menanduk bola ke dalam kotak penalti, menghasilkan gol pembuka bagi Semen Padang. Gol tersebut menjadi momentum penting yang mengangkat semangat tim.
Setelah gol pertama, intensitas pertandingan meningkat. Persijap Jepara berusaha menyamakan kedudukan melalui serangkaian serangan balik, namun harus menelan beberapa cedera pemain kunci. Pada menit ke-55, gelandang Persijap, Fajar Setiawan, mengalami cedera otot hamstring dan harus digantikan. Insiden ini menambah beban mental bagi Persijap, sementara Semen Padang tetap fokus mempertahankan keunggulan.
Di babak kedua, Imran Nahumarury kembali menegaskan taktiknya. Ia menurunkan formasi 4-3-3 yang memberi kebebasan lebih kepada Kabau Sirah untuk beroperasi di area pertahanan lawan. Pada menit ke-68, Kabau Sirah kembali menampilkan aksi gemilang. Ia berhasil melewati dua bek Persijap, kemudian melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang yang tak terjangkau penjaga gawang, Vito Prasetyo. Gol kedua ini menegaskan dominasi Semen Padang dan menambah tekanan pada Persijap Jepara.
Meski berada di bawah tekanan, Persijap Jepara tidak menyerah. Pada menit ke-77, mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui gol hasil tendangan bebas yang diambil oleh pemain sayap kiri, Dedi Arif. Skor menjadi 2-2 dan menambah ketegangan di menit-menit akhir pertandingan.
Namun, ketangguhan Semen Padang kembali terbukti pada menit ke-88. Imran Nahumarury menggantikan salah satu gelandangnya dengan pemain muda, Rizky Pratama, yang langsung memberikan umpan terobosan kepada Kabau Sirah. Penyerang ini menembus pertahanan lawan dan mengeksekusi tendangan akhir yang menaklukkan penjaga gawang Persijap, menutup skor dengan 3-2.
Setelah peluit akhir berbunyi, Imran Nahumarury menyatakan kepuasannya atas penampilan tim, terutama Kabau Sirah yang “tampil membara” sepanjang laga. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini penting untuk mengangkat moral tim yang tengah berjuang melawan ancaman degradasi dari klasemen bawah.
Di sisi lain, Persijap Jepara harus menelan kekalahan pahit sekaligus menghadapi masalah cedera yang menambah beban pada skuad. Pelatih Persijap, Joko Suwanto, menyampaikan bahwa tim akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kekurangan di babak berikutnya.
Kemenangan ini menempatkan Semen Padang pada posisi yang lebih aman di papan klasemen, sementara Kabau Sirah semakin menegaskan dirinya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Liga 2 musim ini. Dengan dukungan penuh dari pelatih Imran Nahumarury, tim berambisi melanjutkan serangkaian kemenangan untuk mengamankan tiket promosi ke Liga 1.
Secara keseluruhan, pertandingan antara Semen Padang dan Persijap Jepara memperlihatkan kualitas kompetitif Liga 2 yang terus berkembang. Kedua tim menampilkan determinasi tinggi, namun hanya satu yang berhasil menyalurkan energi positif menjadi hasil akhir. Fans Semen Padang kini menantikan penampilan lanjutan dari Kabau Sirah, sementara Persijap harus bangkit kembali dari luka cedera dan kekalahan tipis.
