PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah menampilkan detail spesifikasi motor balap yang ia kendarai di kelas Moto3 serta hasil free practice pertama (FP1) di Sirkuit Jerez, Spanyol. Motor yang dipilihnya merupakan varian khusus Honda NSF250RW, sebuah mesin prototipe yang dirancang khusus untuk kompetisi Grand Prix ringan dengan fokus pada bobot ringan, aerodinamika optimal, dan responsifitas mesin tinggi.
Spesifikasi teknis Honda NSF250RW, sebagaimana dijelaskan oleh tim Honda Racing, meliputi mesin berpendingin cairan, 4‑stroke, DOHC, satu silinder berkapasitas 249,3 cc, menghasilkan tenaga sekitar 60 HP (35,5 kW) pada 13.000 rpm. Bobot motor hanya sekitar 82 kg, memungkinkan percepatan dan kelincahan yang tinggi. Suspensi depan menggunakan inverted telescopic fork, sementara suspensi belakang memakai sistem Pro‑link. Sistem pengereman dilengkapi dengan kaliper Brembo, dan velg OZ Racing menambah stabilitas pada kecepatan tinggi. Berikut rangkuman lengkapnya:
| Aspek | Spesifikasi |
|---|---|
| Mesin | Liquid‑cooled, 4‑stroke, DOHC, single cylinder, 250 cc |
| Tenaga | 60 HP (35.5 kW) @ 13.000 rpm |
| Kapasitas tangki | 11 liter |
| Suspensi depan | Inverted telescopic fork |
| Suspensi belakang | Pro‑link suspension system |
| Panjang | 1.809 mm |
| Lebar | 0.560 mm |
| Tinggi | 1.037 mm |
| Wheelbase | 1.219 mm |
| Ground clearance | 0.107 mm |
| Bobot | ≈82 kg |
Keunggulan motor tersebut tidak hanya terletak pada kekuatan mesin, melainkan juga pada teknologi bantuan seperti traction control, engine braking maps, dan anti‑jerk control yang membantu pembalap mengelola traksi di tikungan tajam. Velg OZ Racing dan sistem rem Brembo memberikan daya cengkeram yang konsisten, sementara bobot ringan memungkinkan Veda mengeksekusi manuver cepat dengan risiko overshoot yang lebih kecil.
Pada sesi FP1 di Jerez, Veda Ega Pratama mencatatkan waktu terbaik 1:46.808, menempati posisi ke‑24. Waktu tersebut berada 1,975 detik di belakang pembalap tuan rumah Maximo Quiles yang menguasai puncak dengan 1:44.833. Meskipun berada di luar zona 20 teratas, Veda menunjukkan peningkatan dibandingkan sesi sebelumnya di Austin, di mana ia mengalami kecelakaan high‑side. Catatan ini memberikan sinyal bahwa motor dan rider masih dalam proses penyesuaian, terutama dalam mengoptimalkan setelan suspensi dan power delivery agar selaras dengan karakteristik lintasan Jerez yang menggabungkan lurusan panjang dan tikungan teknikal.
Pengalaman Veda di level internasional tidak dapat diabaikan. Pada Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, ia berhasil meraih podium ketiga di Sirkuit Jerez, memperlihatkan kemampuannya mengendalikan motor dalam kondisi tekanan tinggi. Keberhasilan itu menjadi modal mental penting untuk mengatasi tekanan FP1 yang kurang memuaskan. Tim Honda Team Asia kini fokus pada penyesuaian setelan elektronik serta pemilihan ban yang tepat untuk sesi practice sore dan kualifikasi selanjutnya.
Dengan spesifikasi motor yang terbilang mumpuni dan latar belakang prestasi di ajang junior, harapan Veda Ega Pratama tetap tinggi. Jika tim dapat mengoptimalkan pengaturan motor dan Veda mampu menyesuaikan gaya mengemudi dengan karakteristik Jerez, peluang untuk menembus posisi 14 besar pada Q2 dan bersaing di balapan utama menjadi realistis. Semua mata kini menanti bagaimana motor Honda NSF250RW akan berperan dalam mengubah dinamika balapan Moto3 Indonesia di panggung internasional.
