PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Agustus 2026 | Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi sorotan dengan beberapa kejadian penting. Pertama, Guocoland (Malaysia) Bhd akan dihapus dari daftar resmi Bursa Malaysia mulai 18 Agustus. Sementara itu, di Indonesia, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap rencana Persib Bandung untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berpeluang dilanjutkan.
Rencana Persib melantai di BEI telah direncanakan sejak 2011. Namun, Persib perlu melakukan konsolidasi aset terlebih dahulu untuk memperkuat valuasi perusahaan. Farhan menjelaskan bahwa kerja sama pemanfaatan aset antara Pemkot Bandung dan Persib baru mencakup Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), sementara fasilitas di sekitar stadion belum masuk dalam kerja sama tersebut.
Di sisi lain, Danantara Indonesia telah menyampaikan minat untuk mempunyai kepemilikan atas saham PT BEI. Direktur Utama PT BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa minat tersebut disampaikan oleh Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM). BEI akan menjalin terus komunikasi dengan Danantara, sembari menunggu diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Demutualisasi oleh OJK.
Farhan juga berencana membawa dua masjid di Kota Bandung, yaitu Masjid Agung Bandung dan Masjid Agung Al-Ukhuwwah, masuk dalam ekosistem Bursa Efek Indonesia melalui pengelolaan wakaf produktif. Ia memperkirakan potensi wakaf produktif dari salah satu masjid tersebut mencapai Rp 50 miliar.
BEI telah mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah investor potensial yang telah menyatakan minat untuk memiliki saham BEI setelah proses demutualisasi. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memastikan bahwa masuknya investor sebagai pemegang saham BEI nantinya tidak akan mengganggu independensi pasar modal Indonesia.
Dalam beberapa waktu terakhir, Bursa Efek Indonesia menjadi sorotan dengan beberapa kejadian penting. Dari rencana Persib Bandung melantai di BEI hingga minat Danantara untuk memiliki saham BEI, semua ini menunjukkan bahwa BEI masih menjadi pusat perhatian dalam dunia pasar modal Indonesia.
