Chef MBG Muhamad As’ad: Dari Dapur Hingga Ojol, 3.800 Porsi Makanan Sehari dengan Empat Jam Tidur

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | Di tengah hiruk‑pikuk Jakarta, seorang pria berusia tiga puluh delapan tahun menaklukkan dua dunia sekaligus. Muhamad As’ad, yang dikenal sebagai Chef MBG, tidak hanya mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cipete Utara, tetapi juga berkeliling kota sebagai driver ojek online. Kombinasi pekerjaan ini menuntut stamina luar biasa, mengingat ia memulai proses memasak pada pukul 12.00 midnight dan baru beristirahat sekitar empat jam tiap hari.

As’ad menapaki karier kuliner sejak usia dua puluh lima tahun, menghabiskan sembilan tahun sebagai koki di sebuah restoran ternama di Bali. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan memperoleh sertifikasi chef, meski latar belakang pendidikannya di bidang teknologi informasi. “Awalnya saya belajar otodidak, hanya dari buku tentang pisau,” ujarnya dalam percakapan singkat saat menjadi penumpang ojol pada Selasa (28/4).

Baca juga:

Setelah kembali ke Jakarta untuk merawat orang tua, As’ad sempat bekerja di Gohan‑Ku selama satu setengah tahun sebelum melamar sebagai chef di MBG. Keputusan tersebut ternyata tepat; ia diterima bersama tujuh chef lainnya. Setiap hari, tim delapan chef ditugaskan menyiapkan menu yang disetujui ahli gizi untuk 14 sekolah di sekitar Cipete.

Proses produksi makanan MBG dimulai sejak malam. Supplier mengantar bahan mentah sekitar pukul 22.00, dan chef‑chef baru memulai persiapan pada pukul 00.00. As’ad menjelaskan urutan kerja yang ketat: “Protein seperti daging atau ayam kami minta paling akhir, sekitar pukul 23.00, agar tetap segar. Sayuran, sebaliknya, baru diproses sekitar pukul 03.30 karena mudah basi,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengolahan air juga harus hati‑hati; air yang belum dimasak dapat menimbulkan risiko keracunan.

Baca juga:
  • 12.00 am – Penerimaan bahan baku
  • 12.30 am – Pencucian dan persiapan bahan mentah
  • 01.00 am – Pengolahan protein (ayam, daging)
  • 03.30 am – Memasak sayuran dan buah
  • 05.00 am – Pengemasan dan persiapan distribusi

Setelah semua porsi selesai, makanan didistribusikan ke sekolah pada pagi hari. Setiap porsi dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, meliputi protein hewani, nabati, sayuran, buah‑buah, serta susu untuk kalsium. Sekolah‑sekolah di Cipete, yang memiliki standar kebersihan tinggi, sangat memperhatikan asupan harian murid‑muridnya, menjadikan peran MBG sangat krusial.

Namun, menyeimbangkan dua pekerjaan tidak mudah. As’ad harus mengemudi ojek online setelah selesai memasak, menjemput penumpang hingga pukul 20.00. Ia menyatakan, “Saya tidur hanya empat jam, jadi harus menjaga kesehatan dengan rutin minum vitamin,” sambil menegaskan tekadnya untuk tidak mudah sakit.

Baca juga:

Dedikasi As’ad tidak hanya mencerminkan etos kerja pribadi, melainkan juga menggambarkan tantangan pekerja sektor informal yang berperan penting dalam program gizi sekolah. Dengan menghasilkan 3.800 porsi makanan setiap hari, ia membantu memastikan ribuan anak mendapatkan sarapan bergizi yang layak.

Keberhasilan Chef MBG ini menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda yang ingin menggabungkan passion kuliner dengan kebutuhan ekonomi. Meski harus mengorbankan waktu istirahat, As’ad tetap optimis, menyatakan, “Saya ingin terus berkontribusi, baik di dapur maupun di jalan,” menutup percakapan dengan senyum lelah namun penuh harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *