PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | Menjelang leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026, pelatih Bayern Munchen Vincent Kompany menegaskan keyakinannya bahwa skuad Jerman dapat menjegal juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG). Kompany, yang harus absen dari pinggir lapangan karena sanksi akumulasi kartu kuning, tetap memancarkan kepercayaan tinggi melalui pernyataan resmi tim.
“Kami memiliki pengalaman melawan mereka dan percaya tim kami mampu mengatasi tantangan di Parc des Princes,” kata Kompany dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Meski mengakui kesamaan filosofi menyerang antara kedua tim, ia menyoroti keunggulan Bayern dalam pertemuan sebelumnya, termasuk kemenangan 2-1 atas PSG di fase liga serta keberhasilan mengalahkan Real Madrid di Bernabeu.
Dengan Kompany tak dapat hadir di sisi lapangan, asisten pelatih Aaron Danks mengambil alih tugas taktik selama pertandingan. Meskipun demikian, strategi Bayern tetap berfokus pada tekanan tinggi, pergerakan posisi cepat, serta pemanfaatan kemampuan striker Harry Kane dalam mengeksekusi peluang dari dalam kotak penalti.
Leg pertama semifinal berlangsung di Parc des Princes pada Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, dan tidak lama setelah menit ke-17, Harry Kane berhasil mencetak gol lewat tendangan penalti, memberi Bayern keunggulan awal 1-0.
Namun, PSG cepat bangkit. Khvicha Kvaratskhelia menyamakan kedudukan tak lama kemudian, diikuti oleh serangkaian gol yang menjadikan laga ini salah satu yang paling produktif dalam sejarah semifinal Liga Champions. Total sembilan gol tercipta, dengan skor akhir 5-4 untuk kemenangan tuan rumah.
Berikut rangkaian gol yang mencatat dinamika pertandingan:
- Menit 17: Harry Kane (penalti) – Bayern 1-0 PSG
- Menit 23: Kvaratskhelia – Bayern 1-1 PSG
- Menit 30: João Neves – Bayern 1-2 PSG
- Menit 42: Michael Olise – Bayern 2-2 PSG
- Menit 55: Leroy Sané – Bayern 3-2 PSG
- Menit 68: Kylian Mbappé – Bayern 3-3 PSG
- Menit 77: Thomas Müller – Bayern 4-3 PSG
- Menit 84: Neymar – Bayern 4-4 PSG
- Menit 89: Jamal Musiala – Bayern 5-4 PSG
Reaksi para pemain menegaskan betapa tak terduganya alur laga. Gelandang Bayern Joshua Kimmich mengaku terkejut dengan intensitas dan jumlah gol, menyatakan bahwa “hasil ini terasa sangat aneh dan jauh dari prediksi kami sebelum kickoff.”
Selain aksi di lapangan, pertandingan ini juga menorehkan catatan historis. Dengan total sembilan gol, duel ini menyamai rekor pertandingan semifinal dengan produktivitas gol tertinggi dalam era modern Liga Champions. Ini pula menjadi pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir dua tim mencetak minimal empat gol masing‑masing dalam satu pertandingan fase gugur, mengingatkan pada klasik Chelsea vs Liverpool di perempat final 2008/2009.
Kompany, meski tidak berada di tribun, menegaskan kembali keyakinannya. Ia menyoroti kemenangan impresif Bayern di Madrid dan Paris pada fase liga sebagai modal moral penting bagi pemain, khususnya bagi Harry Kane yang kini menjadi figur kunci dalam serangan.
Dengan keunggulan tipis 5-4, PSG membawa keunggulan satu gol ke leg kedua yang akan digelar di Allianz Arena pekan depan. Kedua tim diprediksi akan kembali menampilkan strategi ofensif, menjelang kemungkinan penentuan final yang menegangkan.
Secara keseluruhan, leg pertama semifinal Liga Champions ini tidak hanya memberikan hiburan spektakuler bagi penonton, tetapi juga menegaskan betapa kompetitifnya level permainan antara dua raksasa Eropa. Bayern Munchen kini menatap kembali ke rumah dengan harapan dapat membalikkan hasil, sementara PSG bertekad mempertahankan keunggulan mereka untuk melaju ke final.
Kompetisi ini semakin mengukuhkan Liga Champions sebagai panggung utama bagi drama sepak bola kelas dunia, di mana taktik, keberanian, dan momen-momen tak terduga menjadi bahan bakar bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.
