PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Pertandingan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama setelah penyerang berusia 27 tahun, Eksur Runtukahu, mencetak dua gol yang memastikan kemenangan telak 3-0 Macan Kemayoran. Keberhasilan tersebut tidak hanya menambah tiga poin bagi Persija, tetapi juga menjadi bahan pertimbangan serius bagi pelatih timnas Indonesia, Mauricio Souza, yang secara terbuka menyatakan bahwa eksel Runtukahu layak dipanggil memperkuat skuad Garuda pada kompetisi internasional mendatang.
Dalam konferensi pers pasca laga, Mauricio Souza menegaskan, “Eksel hari ini adalah pemain terbaik bagi saya. Menurut saya ia memang layak bersaing untuk Timnas Indonesia.” Pernyataan itu menegaskan komitmen pelatih dalam menyiapkan skuad yang mampu bersaing di Piala AFF 2026, turnamen yang dipandang sebagai panggung ideal bagi pemain domestik menampilkan kapasitas internasionalnya. Karena tidak ada agenda FIFA yang bersinggungan, AFF 2026 memberikan peluang lebar bagi talenta lokal untuk menonjol.
Statistik resmi menunjukkan Eksur Runtukahu telah mencatat enam gol dan tiga assist dalam 18 penampilan musim ini. Dua golnya pada menit ke-53 dan ke-75 melengkapi satu gol penalti dari Allano, menandai performa yang konsisten meski bersaing dengan sejumlah penyerang asing di Persija. Eksur sendiri mengungkapkan kebahagiaan atas persaingan sehat di lini serang klub, menyebut rekan-rekannya sebagai “saudara” yang memotivasi ia untuk terus berprestasi.
Rekomendasi Mauricio Souza tidak hanya menjadi wacana internal, melainkan juga sebuah sinyal kuat kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Herdman, yang baru beberapa bulan menjabat, tengah merumuskan skema taktis yang mengandalkan kecepatan dan ketajaman di lini depan. Eksur, dengan atribut fisik yang mumpuni, kecepatan, serta insting gol yang terbukti di pertandingan-pertandingan besar, dianggap cocok untuk mengisi celah striker lokal yang masih menjadi tantangan bagi tim nasional.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa penampilan Eksur di pertandingan melawan Persebaya menegaskan kemampuannya menembus pertahanan yang terorganisir. Gol pembuka tercipta melalui skema serangan terstruktur yang memanfaatkan pergerakan sayap, sementara gol kedua muncul dari serangan balik cepat, menandakan fleksibilitas taktis yang dapat dimanfaatkan oleh Herdman. Selain itu, kontribusi assist menambah nilai plus bagi eksel dalam peran playmaker di lini depan.
- 6 gol, 3 assist di 18 pertandingan Liga 1 2025/2026.
- Usia 27 tahun, tinggi 180 cm, kecepatan sprint tinggi.
- Pengalaman bermain melawan tim-tim papan atas Indonesia.
- Kemampuan menyesuaikan diri dengan taktik menyerang cepat.
Penguatan skuad Timnas Indonesia dengan pemain berbakat dari liga domestik menjadi agenda prioritas Herdman. Dalam beberapa wawancara, Herdman menyebutkan pentingnya menambahkan pemain yang memiliki mental juara serta pengalaman bermain dalam tekanan tinggi. Eksur, yang terbukti mengeksekusi dua gol dalam satu pertandingan besar, memenuhi kriteria tersebut.
Selain faktor performa, eksistensi Eksur di Persija juga memberikan nilai strategis bagi timnas. Persija, sebagai klub dengan basis suporter terbesar, mampu memberikan dukungan moral dan eksposur media yang luas bagi pemain yang dipanggil ke timnas. Hal ini sejalan dengan visi Maurico Souza untuk memperkuat identitas sepak bola Indonesia melalui pemain-pemain yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki mentalitas juara.
Jika panggilan resmi datang, Eksur kemungkinan besar akan menjadi pilihan utama sebagai striker alternatif atau starter dalam skuad Piala AFF 2026. Kehadiran John Herdman sebagai pelatih asing dengan pengalaman di Asia Tenggara menambah peluang integrasi taktik yang lebih modern, di mana kecepatan dan transisi cepat menjadi kunci. Eksur, dengan kemampuan menembus ruang di belakang pertahanan lawan, dapat menjadi senjata utama dalam mengeksekusi strategi tersebut.
Kesimpulannya, rekomendasi Mauricio Souza untuk memanggil Eksur Runtukahu ke Timnas Indonesia tidak sekadar opini pribadi, melainkan didukung oleh data performa yang solid, keunggulan taktis, serta kebutuhan strategis Timnas dalam menghadapi kompetisi regional. Sinyal kuat kepada John Herdman ini menegaskan bahwa talenta lokal masih memiliki peran penting dalam membangun tim nasional yang kompetitif.
