PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Mei 2026 | Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan peluncuran paspor edisi terbatas untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan negara tersebut. Desain baru menampilkan wajah Presiden Donald Trump pada bagian dalam sampul, dipadukan dengan teks Deklarasi Kemerdekaan dan tanda tangan Trump berwarna emas.
Foto yang dipilih berasal dari potret pelantikan kedua Trump, menambah kesan simbolik pada dokumen perjalanan resmi. Pada sampul luar, pemerintah menambahkan emoji elang botak khas Amerika serta slogan “Patriot passport unlocked” yang diposting melalui akun resmi Gedung Putih di media sosial.
Paspor dengan desain ini akan tersedia secara eksklusif di Kantor Paspor Washington, D.C., bagi warga yang memperbarui paspor secara langsung. Saluran daring maupun kantor paspor lain akan tetap menggunakan desain paspor konvensional tanpa gambar Trump.
Rencana ini segera menimbulkan gelombang kritik di kalangan publik dan politikus. Beberapa poin utama yang muncul antara lain:
- Netizen menilai pencantuman wajah Trump sebagai bentuk narsisme dan tidak mencerminkan nilai patriotisme sejati.
- Rep. Mike Levin (Calif. 49) menyebut langkah ini sebagai upaya Trump memperluas kehadirannya pada koin, uang kertas, hingga kapal perang.
- Anggota DPR dari Partai Demokrat menegaskan bahwa pemerintah seharusnya fokus pada prioritas mendesak seperti kebijakan luar negeri dan kesehatan publik.
- Warga yang menolak foto Trump pada paspor mengungkapkan keprihatinan tentang kebebasan memilih desain dokumen resmi.
Beberapa komentar publik menyoroti bahwa meskipun paspor merupakan simbol kebangsaan, menampilkan wajah presiden secara permanen dapat menimbulkan kebingungan historis, mengingat presiden sebelumnya tidak pernah memiliki foto pada paspor. Sejumlah pengamat berpendapat bahwa penggunaan gambar Trump lebih bersifat politikus daripada penghormatan sejarah.
Di sisi lain, pendukung desain berargumen bahwa pencantuman wajah Trump merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi ekonominya selama masa jabatan, serta upaya memperkuat identitas nasional pada momentum penting 250 tahun kemerdekaan.
Pengumuman resmi mencantumkan bahwa paspor edisi khusus ini tidak memerlukan biaya tambahan, namun ketersediaannya sangat terbatas. Warga yang tertarik harus membuat janji temu di Washington, D.C., dan prosesnya diperkirakan akan selesai dalam beberapa minggu setelah permohonan diajukan.
Kontroversi ini juga memicu perdebatan lebih luas tentang batasan antara patriotisme dan propaganda politik dalam simbol-simbol negara. Sejumlah pakar sejarah menilai bahwa dokumen resmi seharusnya tetap netral, mencerminkan nilai-nilai universal bangsa, bukan menonjolkan figur individual.
Sejauh ini, tidak ada keputusan resmi untuk menangguhkan rencana tersebut, meski tekanan publik terus meningkat. Pemerintah AS tampaknya masih berpegang pada jadwal peluncuran paspor edisi khusus menjelang peringatan 4 Juli mendatang.
Dengan demikian, paspor khusus Trump menjadi sorotan publik, memicu perdebatan tentang identitas nasional, peran presiden dalam simbol negara, serta prioritas kebijakan pemerintah di tengah tantangan domestik dan internasional.
