Cinema XXI Raih Pendapatan Rp1,1 Triliun di Kuartal I 2026, Didukung Jadwal Film Horor Salmokji di Surabaya

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Mei 2026 | PT Nusantara Sejahtera Raya (Cinema XXI) mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal pertama tahun 2026 dengan total pendapatan mencapai Rp1,1 triliun, melambungkan pertumbuhan tahunan sebesar 18,2 persen. Peningkatan ini tidak lepas dari strategi diversifikasi layanan, penjualan tiket yang kuat, serta dukungan film-film lokal yang berhasil menarik penonton dalam jumlah besar. Salah satu contoh sinergi antara penawaran film baru dan peningkatan pendapatan adalah penayangan film horor Korea Salmokji: Whispering Water yang kini diputar di sejumlah bioskop di Surabaya.

Secara rinci, pendapatan tiket menyumbang Rp665,3 miliar, naik 14,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor makanan dan minuman (F&B) memberikan kontribusi Rp357,6 miliar, meningkat 15,9 persen berkat variasi menu dan layanan yang dipercepat. EBITDA perusahaan melonjak 81,2 persen menjadi Rp226,9 miliar, menandakan efisiensi operasional yang signifikan. Dari sisi neraca, total aset mencapai Rp6,72 triliun, dengan kas dan setara kas Rp1,75 triliun serta ekuitas Rp4,34 triliun.

Baca juga:

Film lokal menjadi motor pertumbuhan utama. Selama libur Lebaran, tujuh judul film Indonesia masing‑masing menembus satu juta penonton, memperkuat posisi bioskop sebagai destinasi hiburan utama. Di sisi lain, penayangan film internasional seperti Salmokji menambah variasi pilihan bagi penonton urban. Jadwal pemutaran Salmokji di Surabaya pada Minggu, 3 Mei 2026, dapat dilihat pada daftar berikut:

  • CGV Marvell City – 11.00, 14.10, 18.45 WIB
  • CGV Maspion Square – 12.30, 16.15, 20.15 WIB
  • Cinepolis City Of Tomorrow – 13.15, 15.15, 17.15 WIB
  • Grand City XXI – 11.35, 13.30, 15.45 WIB
  • Lenmarc XXI – 14.00, 16.25, 21.00 WIB
  • Transmart Ngagel XXI – 11.00, 12.45, 18.00 WIB

Harga tiket regular 2D di masing‑masing jaringan berkisar antara Rp36.000 hingga Rp100.000, sementara format premium seperti 4DX dapat mencapai Rp175.000. Penetapan harga yang fleksibel memungkinkan Cinema XXI menjangkau segmen penonton yang lebih luas, sekaligus meningkatkan pendapatan per penonton (SPH).

Baca juga:

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menegaskan bahwa kinerja kuartal I menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa fokus ke inovasi F&B, percepatan layanan, serta dukungan terhadap produksi film nasional akan terus menjadi prioritas. Dalam rangka meningkatkan nilai bagi pemegang saham, perusahaan telah membayarkan dividen tunai sebesar Rp7 per saham dan melakukan pembelian kembali saham (treasury shares) pada akhir April 2026.

Analisis keuangan menunjukkan bahwa aliran kas dari operasi mencapai Rp106,6 miliar, meningkat signifikan dari Rp28,1 miliar pada periode sebelumnya. Likuiditas yang kuat memberi ruang bagi Cinema XXI untuk memperluas jaringan, meningkatkan teknologi pemutaran, serta berinvestasi dalam konten lokal yang memiliki daya tarik tinggi.

Baca juga:

Secara keseluruhan, sinergi antara penawaran film berkualitas, termasuk horor Korea Salmokji, dan strategi bisnis terintegrasi telah memperkuat posisi Cinema XXI sebagai pemimpin pasar bioskop Indonesia. Dengan prospek pertumbuhan yang positif, perusahaan diperkirakan akan terus mencatatkan peningkatan pendapatan dan profitabilitas di sisa tahun 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *