PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Mei 2026 | Jakarta – Pada minggu pertama Mei 2026, harga emas Antam menunjukkan penurunan tipis namun konsisten, dengan total penurunan sebesar Rp13.000 per gram dibandingkan awal pekan. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia global serta faktor domestik yang memengaruhi keputusan pembeli dan penjual di Indonesia.
Selama periode 27 April hingga 3 Mei, harga jual emas batangan Antam berfluktuasi dalam rentang Rp2,7 juta hingga Rp2,8 juta per gram. Berikut rangkuman harian harga penutupan:
| Tanggal | Harga (Rp/gram) |
|---|---|
| 27/04/2026 | 2.809.000 |
| 28/04/2026 | 2.814.000 |
| 29/04/2026 | 2.784.000 |
| 30/04/2026 | 2.796.000 |
| 01/05/2026 | 2.799.000 |
| 02/05/2026 | 2.796.000 |
| 03/05/2026 | 2.796.000 |
Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, pasar emas dunia mengalami koreksi lebih dari 1 % pada perdagangan Jumat, dipicu oleh kenaikan harga minyak yang menambah kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut menurunkan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh bank sentral utama, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai safe‑haven.
Kedua, pada level domestik, harga buyback emas Antam – harga yang ditetapkan Antam saat membeli kembali emas dari konsumen – turun menjadi Rp2.586.000 per gram, mencatat penurunan Rp34.000 atau sekitar 1,3 % dalam seminggu. Penurunan buyback ini mencerminkan tekanan beli di pasar ritel, sekaligus menurunkan ekspektasi profitabilitas bagi penjual emas fisik.
Data tambahan dari PT Pegadaian menunjukkan perbedaan harga antar merek logam mulia pada 3 Mei 2026. Sementara emas UBS dan Galeri 24 tetap stabil di kisaran Rp2.802.000 dan Rp2.788.000 per gram, harga emas Antam yang dijual oleh Pegadaian tercatat Rp2.908.000 per gram, sedikit lebih tinggi dibandingkan harga jual Antam di pasar resmi (Rp2.796.000). Selisih ini mengindikasikan variasi margin distribusi serta kebijakan pajak yang berbeda; pembeli tanpa NPWP dikenakan potongan PPh 22 sebesar 0,9 % dibandingkan 0,45 % bagi pemegang NPWP.
Berita ini penting bagi investor yang mempertimbangkan alokasi aset ke logam mulia. Penurunan harga memberikan peluang beli dengan biaya masuk lebih rendah, namun risiko volatilitas tetap tinggi mengingat ketidakpastian kebijakan moneter global. Bagi pedagang emas ritel, penurunan buyback menandakan perlunya menyesuaikan strategi penjualan atau mencari alternatif pasar sekunder.
Secara keseluruhan, minggu ini menegaskan bahwa harga emas Antam tetap sensitif terhadap pergerakan pasar internasional serta kebijakan fiskal domestik. Pelaku pasar disarankan untuk memantau perkembangan harga minyak, keputusan suku bunga bank sentral utama, serta kebijakan pajak terkait emas guna mengambil keputusan yang lebih terinformasi.
