PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 April 2026 | Durian, buah berambut duri yang kerap disebut “raja buah” ini kini menjadi komoditas strategis bagi Indonesia dalam menembus pasar China. Pemerintah, bersama asosiasi petani, mengungkapkan serangkaian langkah terkoordinasi yang memungkinkan estimasi nilai ekspor mencapai Rp137 triliun dalam jangka menengah. Pengungkapan ini muncul bersamaan dengan peningkatan signifikan permintaan konsumen China akan produk agrikultur premium.
Berbagai upaya telah dilaksanakan sejak awal 2023. Pertama, peningkatan kualitas buah melalui program seleksi bibit unggul yang menekankan pada rasa manis, kandungan gula tinggi, serta aroma khas. Kementerian Pertanian bekerja sama dengan lembaga riset lokal mengembangkan varietas Musang King, Monthong, dan D24 yang kini mendominasi pasar ekspor. Kedua, sertifikasi standar internasional seperti GlobalGAP dan HACCP menjadi prasyarat bagi petani yang ingin menembus pasar China, memastikan kebersihan, keamanan pangan, dan kepatuhan terhadap regulasi impor.
- Penguatan rantai pasok: pembentukan hub distribusi di pelabuhan Tanjung Priok dan Belawan untuk mempercepat pengiriman.
- Logistik berpendingin: penggunaan kontainer berpendingin berteknologi tinggi menjaga kesegaran durian selama transit lebih dari 20 hari.
- Kerjasama dengan platform e‑commerce China: integrasi langsung ke platform seperti Tmall dan JD.com memungkinkan konsumen membeli durian segar secara online.
Data resmi menunjukkan bahwa nilai ekspor durian Indonesia ke China meningkat 68% pada kuartal pertama 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika tren ini berlanjut, total nilai perdagangan antara kedua negara dalam sektor durian dapat mencapai Rp137 triliun dalam lima tahun ke depan, mengingat pertumbuhan rata‑rata tahunan diproyeksikan sebesar 12%.
Faktor utama keberhasilan bukan sekadar kualitas produk, melainkan juga diplomasi ekonomi. Kedutaan Besar Indonesia di Beijing mengadakan serangkaian roadshow kuliner, memperkenalkan durian sebagai bagian dari warisan budaya kuliner Nusantara. Acara tersebut melibatkan chef ternama China yang mengolah durian menjadi hidangan fusion, meningkatkan kesadaran konsumen akan nilai gizi dan rasa unik buah tersebut.
Selain itu, pemerintah memberikan insentif fiskal bagi eksportir, termasuk pengurangan tarif bea masuk bagi produk yang telah memenuhi standar sertifikasi. Kebijakan ini mengurangi beban biaya, menjadikan durian Indonesia lebih kompetitif dibandingkan produk serupa dari negara pesaing seperti Thailand dan Vietnam.
Namun, tantangan tetap ada. Fluktuasi iklim, terutama curah hujan yang tidak menentu, dapat memengaruhi hasil panen. Untuk mengantisipasi, Kementerian Pertanian menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam penyusunan prediksi cuaca jangka panjang, serta mengalokasikan dana subsidi pestisida ramah lingkungan.
Di tingkat petani, pelatihan intensif tentang manajemen pasca panen dan teknik pengemasan modern telah dilaksanakan di provinsi Lampung, Riau, dan Sumatera Selatan, yang merupakan zona produksi utama. Hasilnya, tingkat kerusakan buah selama proses transportasi turun dari 15% menjadi kurang dari 5%.
Secara keseluruhan, strategi terintegrasi yang mencakup peningkatan kualitas, standar keamanan, dukungan logistik, serta promosi pasar berhasil menempatkan durian Indonesia sebagai produk unggulan di China. Proyeksi nilai Rp137 triliun tidak hanya mencerminkan potensi ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi ribuan petani, pengolah, dan tenaga logistik di dalam negeri.
Dengan langkah‑langkah tersebut, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam pasar durian global, sekaligus mengukir kisah sukses agribisnis yang dapat dijadikan model bagi komoditas lain dalam upaya meningkatkan ekspor dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.
