Menghadapi Krisis Energi: Tantangan dan Peluang

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Mei 2026 | Krisis energi telah menjadi isu global yang mempengaruhi banyak aspek kehidupan, dari perekonomian hingga lingkungan. Di Indonesia, krisis energi ini juga dirasakan, terutama dengan adanya pemadaman listrik yang sering terjadi. Menurut Juru Kampanye Renewable Energy Trend Asia, Beyrra Triasdian, model sistem transmisi tersentralisasi hanya memperbesar risiko jutaan masyarakat kehilangan layanan dasar.

Blackout yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau, menunjukkan kegagalan sistem kelistrikan yang terlalu bergantung pada infrastruktur terpusat dan energi fosil. Sistem seperti ini rentan terhadap gangguan, sehingga gangguan di satu titik dapat memicu pemadaman di banyak wilayah sekaligus.

Baca juga:

Menko AHY juga menyoroti meningkatnya ancaman bencana alam akibat krisis iklim yang memicu cuaca ekstrem, sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan, korban jiwa, hingga terganggunya kehidupan masyarakat. Krisis iklim tidak lagi menjadi ancaman jangka panjang, tetapi sudah dirasakan melalui meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem dan berbagai bencana di sejumlah wilayah.

Dalam konteks global, krisis energi juga terkait dengan ketegangan geopolitik, seperti yang terlihat dalam kasus hubungan AS dan Iran. Pembukaan kembali Selat Hormuz memiliki dampak psikologis besar terhadap pasar internasional, karena sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat tersebut setiap hari.

Baca juga:

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menyatakan bahwa ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang jauh dari situasi krisis seperti yang terjadi pada 1997 dan 1998. Indikator fiskal, neraca pembayaran, dan sistem keuangan tetap terjaga, sehingga tanda-tanda krisis belum terlihat.

Kesimpulan dari berbagai peristiwa dan analisis tersebut menunjukkan bahwa krisis energi dan krisis iklim merupakan tantangan serius yang harus dihadapi dengan serius. Upaya untuk mengatasi krisis ini harus dilakukan dengan mempercepat desentralisasi energi berbasis energi terbarukan komunitas, memperkuat mitigasi bencana, dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *