Kekalahan Bournemouth Memaksa Palace Fokus pada Duel Besar: Shakhtar vs Palace di Europa League

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Mei 2026 | Crystal Palace kembali menjadi sorotan setelah menelan kekalahan telak 3-0 dari Bournemouth di Vitality Stadium pada pekan ini. Kegagalan tersebut menambah beban pada skuad yang baru saja merayakan kemenangan 3-1 atas Shakhtar Donetsk di laga pertama semi final Conference League, yang menempatkan mereka dalam posisi krusial menjelang leg kedua.

Pelatih Oliver Glasner tidak menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers setelah pertandingan melawan Bournemouth, ia menggambarkan penampilan tim sebagai “tank yang kosong”. “Kami tidak menunjukkan konsentrasi pada level Premier League. Banyak kesalahan mudah yang kami buat,” ujarnya. Glasner menambahkan bahwa tim harus segera bangkit dan memusatkan perhatian pada pertandingan penting Shakhtar vs Palace yang akan datang, karena itu adalah peluang terbesar dalam sejarah klub.

Baca juga:

Di sisi lain, Andoni Iraola, manajer Bournemouth, menilai kemenangan timnya sebagai bukti konsistensi. “Kami menguasai permainan sejak babak pertama. Meskipun mereka melakukan perubahan di paruh kedua, kami tetap mengontrol pertandingan,” kata Iraola. Dengan kemenangan ini, Cherries memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 15 pertandingan di Premier League, menempatkan mereka di posisi terdekat untuk mengamankan tempat di kompetisi Eropa musim depan.

Penampilan Palace di Premier League memang menimbulkan pertanyaan, terutama setelah perubahan signifikan pada susunan pemain. Glasner menurunkan lima pemain yang berperan dalam kemenangan melawan Shakhtar, menggantinya dengan Tyrick Mitchell, Adam Wharton, dan Ismalia Sarr di babak kedua. Meskipun Sarr hampir mencetak gol lewat tiang gawang, usaha mereka tidak cukup untuk menghindari kegagalan.

Konfrontasi Shakhtar vs Palace di Conference League menjadi titik balik bagi kedua tim. Kemenangan pertama 3-1 di Polandia memberi Palace keunggulan, namun leg kedua di Selhurst Park harus menjadi penentu. Glasner menegaskan bahwa semua pemain harus kembali dengan semangat juang yang tinggi, karena “ini adalah pertandingan terbesar dalam sejarah klub”.

Baca juga:

Statistik pertandingan melawan Bournemouth menunjukkan dominasi lawan. Evanilson mencetak gol pembuka pada menit ke-10 melalui assist Jefferson Lerma, diikuti oleh Eli Junior Kroupi yang menambah keunggulan lewat penalti kontroversial pada menit ke-30. Gol ketiga datang dari Rayan pada menit ke-78, menutup skor 3-0. Pada sisi Palace, serangan mereka tampak lemah, hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran dari Ismalia Sarr yang meleset.

Dalam hal taktik, Glasner mengakui bahwa perubahan formasi tidak memberikan hasil yang diharapkan. “Kami terlalu terfokus pada pertahanan, namun tidak mampu menghasilkan peluang berbahaya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim akan melakukan evaluasi menyeluruh dan kembali ke pendekatan lebih agresif menjelang leg kedua melawan Shakhtar.

Para pemain Palace pun memberikan pandangan mereka. Midfielder yang baru masuk, Tyrick Mitchell, mengatakan bahwa atmosfer di dalam ruang ganti tetap positif meski hasil di lapangan mengecewakan. “Kami tahu apa yang harus diperbaiki, dan kami siap bekerja keras untuk menebus kekalahan ini,” kata Mitchell.

Baca juga:

Di luar lapangan, tekanan media terhadap Glasner semakin meningkat menjelang akhir kontraknya musim ini. Namun, dengan keberhasilan di kompetisi Eropa, ia tetap memiliki peluang untuk menambah koleksi trofi klub sebelum mengakhiri masa jabatannya.

Dengan hanya tiga hari tersisa sebelum leg kedua Shakhtar vs Palace, fokus utama Palace adalah memulihkan kepercayaan diri, memperbaiki kesalahan defensif, dan menyiapkan strategi serangan yang lebih efektif. Jika mereka berhasil mengatasi tekanan Premier League, peluang untuk mencapai final Conference League menjadi semakin nyata.

Secara keseluruhan, kegagalan melawan Bournemouth menjadi panggilan bangun bagi Crystal Palace. Kekuatan mental dan taktik yang tepat akan sangat menentukan nasib mereka dalam pertarungan melawan Shakhtar Donetsk, yang sekaligus menjadi ujian terakhir bagi Oliver Glasner sebelum meninggalkan klub.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *