PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (3 Mei 2026) menyatakan akan menghormati keputusan Presiden FIFA Gianni Infantino terkait keikutsertaan timnas Iran dalam Piala Dunia FIFA 2026 yang sebagian besar pertandingan akan diselenggarakan di tanah Amerika Serikat. Pernyataan Trump disampaikan dalam sesi tanya jawab di Oval Office, menegaskan bahwa tidak ada keberatan bagi Iran untuk tetap berkompetisi selama FIFA memutuskan demikian.
“Kalau Gianni mengatakan demikian, saya setuju,” ujar Trump, mengutip pernyataan yang disiarkan oleh Al Jazeera. Ia menambahkan, “Biarkan mereka bermain.” Trump juga memuji kerja keras Infantino yang dinilai telah berhasil mengelola turnamen sepak bola terbesar dunia ini. Hubungan pribadi keduanya disebut “dekat,” dan Trump menegaskan ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada otoritas FIFA. “Gianni luar biasa. Dia adalah teman saya. Lakukan apa yang menurutmu tepat,” kata sang Presiden.
Keputusan tersebut bertepatan dengan pidato Gianni Infantino di Kongres FIFA ke‑76 di Vancouver, di mana ia menegaskan Iran akan tetap ambil bagian dalam Piala Dunia 2026, termasuk bermain di Amerika Serikat sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Izinkan saya menegaskan bahwa Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026, dan mereka akan bermain di Amerika Serikat,” ujar Infantino.
Situasi geopolitik pada saat itu tengah memanas. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang pecah pada akhir Februari 2026 sempat menimbulkan spekulasi bahwa Iran mungkin harus memindahkan laga ke Meksiko untuk menghindari ketegangan. Namun, FIFA menolak usulan tersebut dan tetap menegaskan jadwal pertandingan Iran di negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat.
Berikut beberapa poin penting yang diangkat dalam pernyataan kedua pemimpin tersebut:
- Trump menegaskan dukungan penuh terhadap keputusan FIFA tanpa mengintervensi politik.
- Infantino menegaskan keberlangsungan partisipasi Iran di Piala Dunia 2026, termasuk lokasi pertandingan.
- Kedua pemimpin menekankan pentingnya sportivitas dan netralitas dalam arena sepak bola internasional.
Keputusan ini tidak hanya berdampak pada dunia sepak bola, tetapi juga pada sektor ekonomi dan pariwisata. Pemerintah Amerika Serikat telah menyiapkan paket promosi untuk menyambut kedatangan suporter Iran, termasuk potongan harga hotel dan paket tur khusus yang menargetkan komunitas diaspora Iran di AS.
Sementara itu, federasi sepak bola Iran menyambut baik keputusan tersebut. Ketua federasi, Ali Parvin, menyatakan bahwa tim nasional siap menampilkan permainan terbaik dan menegaskan bahwa “kesiapan fisik dan mental tim kami tidak terpengaruh oleh situasi politik luar lapangan”.
Para analis olahraga menilai bahwa keputusan ini memberi keuntungan kompetitif bagi Iran. Timnas Iran masuk dalam peringkat FIFA Top 20, dengan kekuatan lini tengah yang dipimpin oleh medalis emas Asian Cup 2023, Sardar Azmoun, dan pertahanan yang dipandu oleh captain militan, Milad Mohammadi. Jika Iran dapat bermain di stadion‑stadion AS yang berstandar tinggi, peluang mereka untuk melaju ke fase knockout pun semakin besar.
Namun, kritik juga muncul. Beberapa aktivis hak asasi manusia menyoroti bahwa mengizinkan tim nasional Iran bermain di tanah Amerika Serikat dapat dianggap sebagai legitimasi terhadap rezim yang dianggap melanggar hak asasi. Mereka menuntut FIFA untuk lebih tegas dalam menilai kondisi hak asasi manusia ketika mengatur partisipasi negara‑negara dalam turnamen global.
Secara keseluruhan, keputusan FIFA yang didukung oleh Presiden Trump menegaskan prinsip sportivitas di atas politik, sekaligus menambah dinamika geopolitik yang menarik menjelang Piala Dunia 2026. Pertandingan Iran di Amerika Serikat diprediksi akan menjadi sorotan utama, baik dari segi kompetisi maupun dari sudut pandang diplomatik.
